Headline

Kemenhub Tegaskan Tak Ada Penutupan Tol, Polda Metro Sebut Akan Tutup Tol Cikampek

Nasionalpos.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tegaskan tidak ada penutupan tol maupun jalan nasional saat larangan mudik mulai diberlakukan pada Jumat (24/4/2020). Kemenhub hanya akan melakukan penyekatan dan pembatasan untuk menjamin kelancaran angkutan logistik bagi masyakarat.

“Perlu kami tegaskan tidak ada penutupan jalan nasional maupun jalan tol, tetapi yang dilakukan adalah penyekatan atau pembatasan kendaraan yang diizinkan melintas atau tidak,” kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam keterangan persnya di Gedung BNPB Jakarta, Kamis (23/4).

Berdasar Peraturan Menteri Perhubungan Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, larangan mudik akan diberlakukan mulai 24 April hingga 31 Mei untuk transportasi darat, hingga 15 Juni untuk kereta api, hingga 8 Juni untuk transportasi laut dan hingga 1 Juni untuk transportasi udara.

Ruang lingkup peraturan tersebut yaitu larangan sementara untuk penggunaan sarana transportasi umum, baik darat, laut, udara, dan kereta api, serta kendaraan pribadi maupun sepeda motor.

Dalam hal ini warga dilarang masuk dan keluar wilayah yang diterapkan PSBB, wilayah zona merah penyebaran covid-19, serta Jabodetabek dan wilayah aglomerasi lainnya yang telah ditetapkan PSBB.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya akan menutup Tol Layang Jakarta-Cikampek mulai Jumat (24/4/2020) dini hari. Penutupan dilakukan menyusul kebijakan pelarangan mudik di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Tol elevated itu kita akan tutup mulai Kamis malam besok, jadi baik yang dari arah Cikunir atau dari arah tol kota untuk elevated kita tutup sehingga semua harus lewat bawah,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2020).

Dijelaskan Sambodo, selama pelarangan mudik kendaraan pribadi dan umum dilarang keluar masuk Jabodetabek, karena itu penutupan tol layang dilakukan.

“Kendaraan kecil dan penumpang sudah tidak boleh keluar dari wilayah Jabodetabek maka tol elevated kita tutup,” terangnya.

Menurutnya, kepolisian juga bakal melakukan pengecekan di Pintu Cikarang Barat. Pemeriksaan itu untuk memastikan tidak ada kendaraan penumpang melintas keluar atau masuk wilayah Jabodetabek.

“Bagi kendaraan logistik yang mau ke Cikampek lurus, kalau ada kendaraan penumpang yang mau lewat itu kita akan periksa dan semuanya akan kita akan putar balikkan di Cikarang Barat,” katanya.

Untuk itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan 19 pos pengamanan terpadu dalam rangka Pos pengamanan terpadu itu disiapkan untuk menyekat dan mengawasi lalu lintas keluar-masuk wilayah Jabodetabek.

Tiga titik pos pengaman terpadu itu tersebar di tiga pintu tol: pintu tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, pintu tol Cimanggis arah Bogor, dan pintu tol Bitung arah Merak.

Sementara 16 titik pos pengamanan terpadu lainnya tersebar di ruas jalan arteri nontol yang ada di daerah perbatasan wilayah hukumnya. Pada pos pengamanan terpadu itu, anggota kepolisian melakukan pemeriksaan dan penyekatan untuk mencegah lalu lintas orang keluar-masuk wilayah Jabodetabek. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top