Headline

Menantu Agum Gumelar Mengaku Jadi Kurir Suap Mantan Menpora

Taufik Hidayat

Nasionalpos.com, Jakarta – Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 yang juga menantu Agum Gumelar, Taufik Hidayat mengaku menjadi kurir suap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya Miftahul Ulum.

Pengakuan itu disampaikan Taufik dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2020).

Taufik menjadi saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi yang didakwa menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,648 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Sidang digelar melalui video teleconference, Taufik berada di kediamannya, Imam Nahrawi berada di rumah tahanan (Rutan) KPK, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, majelis hakim dan sebagian penasihat hukum berada di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

“Saya hanya diminta tolong seperti itu ditelepon. Dan, ya, saya sebagai kerabat di situ, ya saya membantu. Tapi saya tidak konfirmasi ke Pak Imam kalau uang sudah dititipkan ke Ulum,” beber mantan pebulu tangkis nasional itu.

Dalam surat dakwaan, Jaksa menyatakan Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima, Tommy Suhartanto mengatakan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Program Satlak Prima 2016-2017, Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok bahwa ada permintaan uang dari Imam.

Lalu, Tommy meminta Ucok menyiapkan Rp 1 miliar untuk diberikan kepada Imam melalui Miftahul Ulum.

Ucok pun mengambil uang Rp 1 miliar yang berasal dari anggaran program Satlak Prima. Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima, Reiki Mamesah yang mengambil uang itu dan menyerahkannya kepada Taufik Hidayat.

Setelah menerima uangnya, Taufik menyerahkan uang Rp 1 miliar tersebut kepada Miftahul Ulum di rumah Taufik di Jalan Wijaya 3 Nomor 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Miftahul Ulum lalu menyerahkan uang tersebut kepada Imam Nahrowi.

Direktur Perencanaan dan anggaran Satlak Prima Tommy Suhartanto yang dihadirkan sebagai saksi, mengaku menyerahkan uang Rp 800 juta kepada Taufik Hidayat.

Uang Rp 800 juta itu disebut untuk penanganan perkara pidana yang sedang dihadapi oleh adik Imam Nahrawi, Syamsul Arifin.

Namun Taufik membantahnya.  Taufik menegaskan tugasnya di Satlak Prima adalah membuat program, bukan mengurusi keuangan.

Meski Begitu, Tommy takin telah menyerahkan uang Rp800 juta kepada Taufik. “Dibawa oleh pak Taufik, banyak juga yang melihat,” tegas Tommy. (*)                

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top