Headline

Meski Berurusan Hukum, Said Didu Akan Tetap kritis

Nasionalpos.com, Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu menyatakan sikapnya tidak akan berubah tetap kritis terhadap pemerintah. Meskipun dia harus berurusan dengan hukum.

“Demi kebaikan negara dan pemerintah tepat mengambil kebijakan Insya Allah saya tetap melakukan hal kajian analisis kebijakan dengan solusi, jadi tidak berhenti,” kata Said Didu di sela-sela menjalani pemeriksaan, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Said Didu mengatakan, setiap pernyataan yang keluar dari mulutnya termasuk ketika dirinya menyebut Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan “hanya memikirkan uang, uang dan uang”, itu adalah bagian daripada kajian analisis.

“Orang tuh selalu melihat setengahnya, sehingga dianggap kritik, padahal sebenarnya itu adalah analisis kebijakan,” jelasnya.

Menurutnya, pernyataannya itu sebetulnya analisis kebijakan. Saat itu, ketika dia diwawancara oleh Husbeno Arief dalam channel Youtube miliknya, konteks pernyataanya adalah pemerintah dinilai lebih memilih mengambil tindakan penyelamatan ekonomi, dibanding nyawa manusia di tengah corona.

“Dan saya juga menyatakan di terakhir kan, kalau pilihannya nyawa manusia, maka sebaiknya anggaran-anggaran lain dipotong dulu untuk penanganan Covid-19. Kan itu solusi yang saya sampaikan. Nah, biasanya orang menganalisis bukan satu kesatuan yang dilihat,” terangnya.

Sementara kuasa hukum Said Didu, Letkol (Purn) Helvis yang mendapingi kliennya menyatakan apa yang dilakukan oleh klienya tersebut adalah hak Warga Negara Indonesia (WNI) yang dijamin dalam UUD 1945 sebagaimana yang diatur dalam pasal 28E ayat 3 Jo 28J ayat 1

“Disana disampaikan bahwa setiap WNI dapat mengeluarkan pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum dalam menyajikan kebenaran,” terang Helvis. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top