Headline

Ulum Diperiksa Kejagung Soal Aliran Dana Hibah Koni ke Mantan Jampidsus

NasionalPos.com, Jakarta – Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa mantan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Dia dimintai keterangan  soal aliran uang kepada eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman terkait korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Pemeriksaan Ulum diungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Jakarta, pada Selasa (19/5/2020). Menurutnyam Ulum untuk diperiksa di Rutan Salemba Cabang KPK, Pemanggilan Ulum yang kini mendekam di Lapas Sukamiskin, telah  mendapat izin dari pengadilan.

“Yang bersangkutan dipanggil hari ini (Selasa, 19/5/2020) terkait aliran dana hiba Koni, tim penyidik yang sudah dibentuk akan mendalami keterangan dari Ulum tersebut,” ujar Hari, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, tim diperintahkan Jampidsus untuk mengumpulkan data dan keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk Ulum.

Hingg saat ini, kata Hari, pihaknya belum menemukan bukti terhadap tudingan Ulum di persidangan itu. Namun, tidak tertutup kemungkinan kasus ini dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan jika ada bukti kuat.

Untuk itu, penyidik akan memanggil tiga orang lainnya selain Ulum untuk dimintai keterangan. Sayangnya, Hari tak bersedia menyebut identitas pihak-pihak yang akan dipanggil oleh jaksa penyelidik pada Jampidsus.

Sebelumnya, Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi dan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Adi Toegarisman diduga menerima aliran uang terkait kasus dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Nama Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman disebut oleh Miftahul Ulum, mantan asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat menjadi saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Dalam persidangan, Ulum mengungkap adalnya dugaan aliran uang ke Achsanul Qosasi sekitar Rp3 miliar, sementara untuk Adi Toegarisman Rp7 miliar.Aliran Dana ke BPK dan Kejagung diduga untuk ‘mengamankan’ kasus dana hibah Koni. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top