Headline

Amnesty Internasional Akan Laporkan Pemblokiran Internet Papua ke PBB

Usman Hamid

NasionalPos.com, Jakarta – Amnesty International akan melaporkan permasalahan Papua ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Diantara masalah yang akan dilaporkan adalah pembunuhan di luar proses hukum.

Direktut Eksekutif Amnesty International Usman Hamid mengungkapkan laporan itu diberi judul ‘Civil and Political Rights, Violations in Papua and West Papua’. “Ini adalah laporan berkala yang biasanya masuk dalam tahap penyusunan daftar masalah yang dibahas sesi mereka, khusunya untuk sesi ini yakni sesi ke 129, yang akan berlangsung Juni-Juli 2020,” ujar Usman dalam teleconference, Jumat (5/5/2020).

Usman membeberkan ada lima masalah utama yang akan dilaporkan. Masalah itu sendiri masih terjadi di Papua hingga saat ini. Laporannya secara spesifik akan diserahkan kepada Komite Hak-Hak Sipil Politik PBB.

Lima hal yang akan dilaporkan Amnsesty, pertama soal pelanggaran HAM berupa pembunuhan di luar proses hukum hingga penangkapan sewenang-wenang.

Kedua, situasi kebebasan di Papua yang masih terkekang. Khsusnya kebebasan berpendapat, berkumpul, dan bersosial. Serta hubungannya dengan penyampaian aspirasi, terutama yang berkaitan dengan diskriminasi rasial.

“Terkait insiden rasialisme di Surabaya tahun lalu, serta aspirasi yang berkembang di sejumlah demonstrasi mengenai penentuan nasib sendiri,” ujar Usman.

Ketiga, pembahasan mengenai tahanan politik atau tahanan nurani (prisoners of conscience). Banyak di antara mereka yang tak mendapat hak peradilan yang adil.

Keempat, tentang kebebasan pers dan media di Papua yang masih terbatas. Termasuk di antaranya penyensoran oleh pemerintah, dan pemblokiran internet di Papua saat kerusuhan pecah di 2019 lalu.

“Juga semacam kriminaliassi terhadap aktivis yang bersuara tentang Papua, yang bukan orang papua, seperti Veronica Koman dan Dandhy Dwi Laksono,” jelasnya.

Terakhir, masih adanya pengungsi di Kabupaten Nduga. Setidaknya ada sekitar 5 ribu pengungsi yang saat ini masih belum mendapat kejelasan. Sampai saat ini para pengungsi di Nduga membutuhkan perhatian serius. Seperti akses air, kesehatan, rumah, dan perlindungan hukum. (wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top