Headline

Terdakwa Dituntut Setahun Penjara, Presiden Diminta Bentuk Tim Independen Kasus Novel

NasionalPos.com, Jakarta – Tim advokasi mencatat banyak kejanggalan dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Untuk itu, Presiden Joko Widodo diminta turun tangan membentuk tim pencari fakta independen.

“Presiden Joko Widodo turun tangan untuk membuka tabir sandiwara hukum ini dengan membentuk Tim Pencari Fakta Independen,” tandas anggota tim, Andy Rezaldi di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya, tuntutan 1 tahun terhadap dua terdakwa penyiram Novel sangat tidak masuk akal dan memalukan. Kedua pelaku adalah anggota polisi aktif, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.

Tuntutan setahun itu, lanjut Andi, tidak berpihak pada korban kejahatan, terlebih ini adalah serangan brutal kepada Penyidik KPK yang telah terlibat banyak dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Tim advokasi mencatat banyak kejanggalan dalam sidang ini. Pertama, tuntutan Jaksa seakan berupaya untuk menafikan fakta kejadian yang sebenarnya,” kata Andi.

Kedua, saksi-saksi yang dianggap penting tidak dihadirkan Jaksa di persidangan.

Ketiga, peran jaksa penuntut umum (JPU) terlihat seperti pembela para terdakwa. Hal ini dengan mudah dapat disimpulkan oleh masyarakat ketika melihat tuntutan yang diberikan kepada dua terdakwa. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top