Headline

Garda Bumiputera Desak Kapolri Periksa Ketua dan Anggota Panja RUU HIP

NasionalPos.com, Jakarta – Gerakan Daulat (Garda) Bumiputera mendesak DPR mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Selain itu, agar Kapolri memeriksa para pihak yang diduga berpotensi melakukan makar terhadap ideologi negara terkait pembahasan RUU HIP di DPR.

Para pihak yang dimaksud adalah Ketua Panja RUU HI, anggota Panja RUU HIP dan Partai Politik pengusul RUU HIP.

Hal tersebut disampaikan Garda Bumiputera dalam pernyataan sikapnya yang diterima Jumat (26/6/2020).   

Dalam pernyataa Sikap Garda Bumiputera disebutkan, mencermati kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat ini sedang menghadapi krisis termasuk dibidang ekonomi, diantaranya ditandai dengan kesejahteraan masyarakat semakin menurun, jumlah pengangguran semakin tinggi, utang luar negri semakin bertambah.

“Kondisi ini semakin diperparah dengan cara penangan pandemi Covid-19 yang tidak efektif. Karena koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, antar lembaga/kementrian kurang baik. Akibatnya, distribusi logistik dan sosialisasi pandemi Covid-19 tidak efektif,” kata Ketum Garda Bumiptera Dr. Harjono Padmono Putro, ST, M.Kom.

Ironisnya, ditengah permasalahan bangsa dan negara ini, anggota legislatif (DPR-RI) kurang empati dan perhatian, Terbukti, DPR justru mengajukan dan membahas RUU HIP yang diduga potensi merubah dasar negara.

Oleh karena itu, muncul reaksi penolakan dari berbagai masyarakat, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), purnawirawan TNI Polri, akademisi dan elemen masyarakat lainnya.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Garda Bumiputera

1. Mendesak DPR RI segera mencabut RUU HIP untuk dibatalkan

2. Mendesak pemerintah menolak pembahasan RUU HIP.

3. Mendesak kepala kepolisian Republik Indonesia untuk memeriksa para pihak:

a. Ketua panja RUU HIP

b. Anggota panja RUU HIP

c. Partai pengusul RUU HIP

“Karena menurut kami, para pihak tersebut diatas diduga kuat berpotensi melakukan makar dengan coba merubah dasar negara Pancasila dengan adanya upaya memeras Pancasila menjadi trisila atau ekasila, sebagaimana tercantum dalam pasal 7 ayat (3), yang berbunyi “..Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong. Ini jelas ada potensi makar terhadap Pancasila,” jelas Sekjen Garda Bumiputera Ridwan Umar.

Terakhir, Garda Bumiputera menghimbau segenap potensi bangsa agar bersatu menghadapi isu kembalinya partai komenis Indonesia (PKI).  (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top