Headline

Ditantang Imam, KPK Telusuri Pihak Lain Terkait Kasus Dana Hibah KONI

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang menjerat mantan Menpora Imam Nahrowi. 

Melalui keterangan tertulis Jubir KPK Ali Fikri menyatakan pihaknya akan mempelajari fakta persidangan berikut putusan lengkap dan pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta atas kasus Imam Nahrawi.

Ali menandaskan, KPK juga akan menindaklanjuti pengakuan Imam atas uang suap Rp11,5 miliar dana hibah KONI pusat yang dinikmati pihak lain.

“KPK nanti akan pelajari putusan lengkapnya lebih dahulu, baik itu fakta-fakta sidang, keterangan para saksi yang termuat dalam putusan maupun pertimbangan-pertimbangan majelis hakim,” kata Ali, Selasa (30/6/2020).

Menurut Ali, proses pendalaman atas putusan lengkap akan memberikan suatu fakta apakah yang dibicarakan Imam perihal persekongkolan jahat dalam dana hibah KONI pusat terbukti atau tidak.

Jika benar, maka KPK akan menetapkan pihak lainnya sebagai tersangka. “Apabila ditemukan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup adanya dugaan keterlibatan pihak-pihak lain, tentu KPK akan ambil sikap dengan menetapkan pihak-pihak lain tersebut sebagai tersangka,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sidang putusan, Imam Nahrawi sempat meminta majelis hakim untuk membongkar siapapun yang terlibat dalam kasus yang menjeratnya.

“Yang Mulia mohon izin melanjutkan pengusutan Rp11,5 miliar, kami mohon Yang Mulia ini jangan dibiarkan. Kami tentu harus mempertimbangkan untuk ini segala dibongkar ke akar-akarnya. Karena saya demi Allah saya enggak menerima Rp11,5 miliar,” kata Imam sesaat diberi kesempatan menanggapi putusan hakim, Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/6).

Imam meminta majelis hakim menindaklanjuti nama-nama yang turut disebut menerima suap bersumber dari KONI pusat. Ia berharap agar persekongkolan di KONI pusat terkuak.

Ada pun nama-nama yang sempat disebut dalam persidangan adalah Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi yang menerima Rp3 miliar dan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Adi Toegarisman yang menerima Rp7 miliar.

Nama lain yang juga disebut Imam dalam persidangan adalah mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat. Imam bahkan meminta KPK menjadikan Taufik Hidayat sebagai tersangka. Sebab, Taufik Hidayat berperan sebagai kurir.

“Seharusnya bila ini dipaksakan menjadi perkara suap, secara logika Taufik Hidayat juga menjadi tersangka suap sebagai perantara. Tidak pandang beliau mengerti atau tidak uang itu harus diapakan dan dikemanakan,” kata Imam dalam sidang dengan agenda pembacaan pleidoinya, Jumat (19/6/2020). (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top