Headline

Polisi Tetapkan Jack Lapian Tersangka Pencemaran Nama Baik

Jack Boyd Lapian

NasionalPos.com, Jakarta – Jack Boyd Lapian (JBL) dan Titi Sumawijaya Empel (TSE) ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Jack Lapian dan TSE ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pencemaran nama baik pendiri Kaskus, Andrew Darwis.

“Dari hasil gelar perkara, diputuskan bahwa saudara JBL dan saudari TSE statusnya dinaikan dari saksi menjadi tersangka,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono dalam konferensi pers pada Selasa (30/6/2020).

Menurut Awi, sebelum menetapkan Jack Boyd Lapian dan Titi sebagai tersangka, penyidik Polri telah memeriksa 14 orang saksi, satu orang saksi ahli bahasa, dan satu orang saksi ahli hukum pidana.

Jack Lapian disangkakan  Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika. Sedangkan untuk Titi, dijerat Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Untuk itu, penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada 28 Juni 2020 untuk diperiksa pada 2 Juli 2020 nanti.

Sebelumnya, mantan Chief Technology Officer Kaskus Andrew Darwis melaporkan Jack dan Titi pada 13 November 2019. Karena Andrew merasa dirugikan secara materiil dan imateriil atas laporan dugaan TPPU yang dibuat oleh Titi ke Polda Metro Jaya sebelumnya.

Akibat laporan Titi itu, Andrew merasa kurang dipercaya lagi oleh rekanan bisnisnya. Selain itu, Andrew juga mengaku sulit makan dan tidur. Sejumlah pernyataan Titi dan pengacaranya, Jack Lapian terkait laporan TPPU dipermasalahkan oleh Andrew Darwis. Diantaranya, pernyataan Titi yang mengaku meminjam uang dari Andrew Darwis.

Perkara dugaan TPPU oleh Andrew ini, berawal saat Titi meminjam uang Rp 18 miliar kepada David Wira pada November 2018 lalu. Menurut Titi, David merupakan tangan kanan Andrew Darwis. Dalam realisasi pinjaman itu, Titi mengaku hanya mendapatkan Rp 5 miliar. Bahkan, Titi turut menyertakan sertifikat bangunan miliknya di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan sebagai agunan.

Dalam proses Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dibuat Titi dengan Susanto – seseorang yang dicurigainya sebagai anggota sindikat bersama David. Titi menyatakan, sindikat tersebut kemudian memalsukan PPJB miliknya dari bertahap menjadi lunas.

“Tapi sertifikat gedung saya itu kemudian langsung dibalik nama menjadi milik Susanto, dan seminggu kemudian dibalik nama lagi jadi milik Andrew Darwis. Jadi dalam sebulan itu ada dua kali balik nama,” ujar Titi di Polda Metro Jaya pada Senin, 16 September 2019 seperti dikutip Tempo.co.

Namun, Andrew sendiri membantah telah meminjamkan uang kepada Titi, bahkan mengenal saja tidak. Andrew mengaku mengenal David Wira pada pertengahan tahun 2018, namun membantah sebagai itubosnya.

Andrew menyatakan, soal pembelian sertifikat dengan Susanto  sudah sesuai dengan aturan. Yaitu, telah melalui checking oleh PPAT dengan hasil Bersih, telah membayar pajak jual beli, dilaksanakan jual beli dihadapan PPAT dan dibayar lunas, serta dilaksanakan balik nama sertifikat oleh BPN. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top