Headline

Tommy Sebut Pemilu 2019 Tidak Demokratis

Tommy Suharto

NasionalPos.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menilai penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu tidak demokratis. Dicurigai banyak penyelenggaran pemilu yang tidak netral.

“Pemilu 2019 sangat tak demokratis,” kata Tommy saat membuka rapat pleno DPP Partai Berkarya di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Salah satu bukti Pemilu 2019, lanjut Tommy, adalah banyak penyelenggara pemilu tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mencurigai banyak penyelenggara yang tak netral dengan mengatur perolehan suara untuk pihak tertentu.

“PPK, nyatanya nggak menghitung suara tapi malah mengatur suara,” ungkap Tommy.

Ironisnya, kata Tommy, ketidaknetralan penyelenggara pemilu itu,  sudah dibuktikan dalam bentuk gugatan sengketa Pemilu 2019 yang dibawa calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tapi, bukti-bukti itu tak digubris sama sekali oleh MK.

Tommy juga mengungkit soal sejumlah panitia dan penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia tanpa diketahui sebabnya. Lagi-lagi, kematian itu tak ditindaklanjuti oleh pemerintah sampai saat ini.

“Kita ketahui ada 600 penyelenggara meninggal, tapi dianggap seperti binatang yang meninggal, tak ada proses hukum sama sekali,” bebernya.

Bertolak dari kenyataan itu, Tommy berharap ekses negatif dari penyelenggaraan Pemilu 2019 tak terulang kembali. Menurutnya, gelaran pemilu pasca reformasi seharusnya bisa lebih demokratis dan lebih baik ke depannya.

“Ini sangat memilukan dan memprihatinkan kita semua. Selama 22 tahun reformasi, bukan kita lebih baik tapi malah penyelenggaraan pemilu lebih memprihatinkan,” tegas Tommy. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top