Headline

Putra Mahkota Arab Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

NasionalPos.com, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui pelapor khusus Agnes Callamard mengatakan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman adalah tersangka utama pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi, jurnalis senior itu hilang saat mengunjungi konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 lalu. Dia memang terkenal sebagai pengkritik pemerintahan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Mohammad bin Salman (MbS).

Kala itu ia kerap mengkritik kedekatan Saudi dengan pemerintahan baru Amerika Serikat yang dipimpin oleh Donald Trump. Bahkan dengan lantang menentang intervensi Saudi dalam perang sipil di Yaman.

Karena kerap kali mengkritik pemerintah di negaranya, Khashoggi pun mafhum nyawanya terancam. Hal ini lantaran Saudi di bawah kepemimpinan MbS kerap menindak pihak yang berseberangan dengan pemerintah.

Dia sempat menetap di Amerika bahkan mendapat kewarganegaraan. Di AS ia menjadi kontributor The Washington Post dan terus menelurkan tulisan kritis.

Kematian kolumnis itu mulai terendus saat dia dikabarkan hilang setelah masuk ke kedutaan Arab Saudi di Istanbul Turki pukul 13.00, pada 2 Oktober 2018. Khashoggi semula mengunjungi konsulat Saudi di Turki untuk mengambil dokumen pernikahannya dengan Hatice Chengiz.

Kala itu Kashogi memang datang bersama Hatice, hanya saja tunangannya ini tak ikut masuk ke dalam konsulat. Dia menunggu di luar konsulat hingga gedung tutup, namun wartawan itu tak pernah keluar lagi.

Tak berapa lama, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan pernyataan soal penyelidikan kasus hilangnya Jamal Khashoggi. Hatice menyebut wartawan itu tak membawa ponsel saat masuk konsulat.

Polisi Turki kemudian menduga Khashoggi tewas di kantor Konsulat Arab Saudi yang berada di Istanbul. Sumber polisi bahkan hal tersebut sebagai pembunuhan berencana dan mayatnya dipindahkan keluar konsulat. Tak berapa lama Konsulat Saudi membantah dan menyebut penyidiknya telah tiba di Istanbul untuk melakukan penyelidikan.

Polisi Turki meyakini sehari sebelum Khashoggi masuk konsulat, terdapat 15 warga Saudi yang tiba dengan dua jet pribadi. Mereka masuk konsulat pada hari yang sama dengan hilangnya wartawan itu.

Arab Saudi Kemudian mengklaim Khashoggi telah meninggalkan konsulat mereka di Istanbul di hari dia menghilang. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan meminta para pejabat Arab Saudi membuktikan klaim itu. Ia mendesak Saudi membeberkan tampilan CCTV mereka.

Amerika Serikat juga turun tangan. Berdasarkan informasi intelijen AS, MbS disebut memerintahkan operasi untuk menargetkan Jamal Khashoggi.

Sebelumnya, pejabat dan kolega Saudi diketahui sempat mendekati wartawan itu untuk menawarkan perlindungan hingga jabatan tinggi di pemerintah jika ia mau pulang ke Saudi. Namun dia menolak.

Turki mengeluarkan bukti Khashoggi dibunuh di dalam konsulat berdasarkan rekaman suara dan video. Dari rekaman audio, disebutkan sang jurnalis diinterogasi, disiksa, dibunuh dan dimutilasi.

Namun pihak Arab Saudi terus membantah telah membunuh wartawan itu. Erdogan mendesak Arab Saudi merilis gambar yang membuktikan Khashoggi tak dibunuh di dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Ia mempertanyakan rekaman CCTV di gedung konsulat itu.

Penyiksaan terekam di Apple Watch

Sebelum masuk ke gedung konsulat Arab Saudi di Turki, Khashoggi ternyata telah mengaktifkan fitur perekam pada Apple Watch yang ia kenakan. Ponsel tak ia bawa dan diserahkan pada tunangannya Hatice Chengiz yang menunggu di luar konsulat.

Ia juga berpesan agar Chengiz menghubungi orang kepercayaan Erdogan jika ia tak kunjung keluar dari kedutaan. Kepolisian dan ahli forensik di Turki akhirnya diperbolehkan melakukan penyelidikan di dalam gedung konsulat. Setelah melakukan penyidikan selama delapan jam, Kepolisian Turki mengambil sejumlah sampel, termasuk tanah dari taman di konsulat.

Berdasarkan hasil penggeledahan, Khashoggi diduga dibunuh saat diinterogasi, lantas jasadnya dimutilasi. Polisi langsung mengarahkan penyelidikan ke kediaman Konsuler Jenderal Saudi di Istanbul, Muhammad Otaibi.

Meski begitu Arab Saudi mengklaim mereka sama sekali tidak tahu dengan apa yang terjadi terhadap jurnalis dan penulis Jamal Khashoggi. Tak berapa lama, Turki membeberkan identifikasi lima tersangka dalam kasus Jamal Khashoggi. Satu tersangka adalah Maher Abdulaziz Mutreb, diplomat yang pernah bekerja di kedutaan besar Saudi di London pada 2007.

Tiga tersangka lainnya merupakan petugas keamanan Mohammed, yakni Abdulaziz Mohammed al-Hawsawi, Thaar Ghaleb al-Harbi, dan Muhammed Saad Alzahrani. Lalu Kepala Dewan Forensik Ilmiah Saudi, Salah al-Tubaigy. Tubaiqi dikenal sebagai penemu klinik berjalan untuk menjalankan autopsi hanya dalam tujuh menit.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap. Sejauh ini, jaksa Saudi telah mendakwa 11 tersangka terkait pembunuhan Khashoggi, lima di antaranya terancam hukuman mati.

MBS mengaku memiliki “sejumlah pejabat hingga menteri yang bertugas mengawasi itu” ketika ditanya mengapa para pelaku pembunuhan bisa menggunakan jet pribadi pemerintah Saudi untuk mengantarkan tim pembunuh dari Riyadh ke Istanbul. (CNN Indonesia)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top