Ekonomi

Korban Dugaan Penipuan AJK Minta PPATK dan OJK Serius Jalankan Tugas

NasionalPos.com, Jakarta – Seorang korban dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah Pemegang Polis Asuransi Jiwa Krisna (AJK) atau Kresna Life, Inggard Joshua meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk bekerja sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya melakukan pengawasan dan supervisi terhadap dana masyarakat yang dikelola lembaga keuangan.

“Kami minta agar OJK dan PPATK kerja serius mengawasi dan supervise dana masyarakat yang dikelola Lembaga keuangan termasuk yang ada di AJK,” kata Inggard kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/8/2020).

“Setahun lalu saya telah menyetorkan uang Rp80 miliar melalui produk asuransi jiwa serta dua produk investasi, Kresna Link Investo (K-Link) dan Protecto Investo Kresna (PIK),” imbuhnya.

Menurut Inggard, uang tersebut telah disetor tunai melalui Agen AJK, Hadi Hendratmo langsung ke rekening Asuransi Jiwa Kresna Kantor Pusat.

Inggard mengatakan, sebenarnya bukan hanya dirinya yang merasa ditipu manajemen AJK, tetapi ada ribuan nasabah pemegang polis yang sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, tidak mendapatkan bunga atau manfaat dari bisnis itu.

Menurutnya, jumlah dana dari ribuan masyarakat pemegang polis di seluruh Indonesia mencapai lebih kurang Rp6,5 triliun. “Saya dan ribuan nasabah telah ditipu oleh manajemen Asuransi Jiwa Kresna. Dengan alasan pandemi Covid-19, Direksi PT AJK atau Kresna Life melayangkan surat pemberitahuan kepada kami (nasabah) tanpa tanda tangan dari Direktur Utama AJK. Mereka beralasan pandemi Covid-19, sehingga tidak mampu membayar bunga dan uang pokok (polis) kepada para nasabah,” jelas Inggard.

Padahal, setahu Inggard, dari penjualan saham yang semula senilai Rp50 per lembarnya, telah dijual Rp 500 per lembar sahamnya. “Jadi pihak perusahaan AJK sudah untung gede sekali. Jika mengaku tidak bisa membayar bunga dan penarikan dana nasabah, itukan namanya penipuan kepada masyarakat,” beber Inggard.

Kekesalan Inggard makin menjadi, lantaran keinginannya berkomunikasi dengan pihak manajemen, Direktur Utara (Dirut) PT Asuransi Jiwa Kresna, Kurniadi Sastrawinata, tak kunjung ditanggapi. “Saya telepon, tapi ga pernah diangkat,” tuturnya.

Sementara saat didatangi, Kantor AJK di komplek SCBD, Jakarta Selatan telah dijaga preman-preman dari daerah tertentu.

Namun, setelah melalui negoisasi yang alot, akhirnya Inggard dapat bertemu perwakilan manajemen AJK, diwakili Senior Priciple Agen, Yugo Gunawan, Marketing Manager Sinaga dan Agen AJK Hadi Hendratmo.

“Dalam pertemuan di Hotel Mercure, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Selasa malam (4/8/2020), Yugo berjanji untuk menyampaikan permintaan Inggard kepada Direktur Utama AJK atau Kresna Life Insurence Kurniadi Sastrawinata. Tapi, sampai saat ini kami belum menerima informasi lanjutannya,” kata Inggard.

Inggard menuturkan, ia dan sang istri tertarik mempercayakan dananya kepada AJK karena ingin mendapat pelindungan jiwa dan manfaat investasinya dimana per tahun akan mendapat 9 persen dari nilai investasi. Nyatanya, Inggard kini memendam kekecewaan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top