Ekonomi

JPM : OJK Harus Tegas Menyikapi Kasus Dugaan Penipuan Nasabah AJK

NasionalPos.com, Jakarta – Ketua Jakarta Ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM) menyatakan OJK harus tegas dalam menyikapi kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah PT. Asuransi Jiwa Kresna (AJK) agar tidak ada lagi korban.

“OJK harus tegas soal kasus dugaan penipuan nasabah PT AJK. Kalau ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin akan banyak lagi korban berjatuhan dari perusahaan sejenis,” kata Ivan kepada wartawan, 

Selain potensi muncul korban lain, lanjut Ivan, kasus AJK jelas merugikan nama baik bisnis asuransi di Indonesia khususnya program Investasi yang harusnya ikut menumbuhkan Perekonomian Indonesia.

Ivan juga menyatakan jangan sampai lembaga keuangan binaan OJK ‘mengkambing hitamkan’ Covid-19 untuk menghindari kewajiban bayar profit investasi polia asuransi, bahkan pokok dari nilai polisnya pun tidak bisa dikembalikan dengan alasan Covid-19.

Untuk itu, Ivan mendesak OJK menjalankan UU. No. 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah oleh PT. AJK yang diduga mencapai ribuan orang,

Karena, lanjut Ivan, dalam UU No. 21/2011 pada :

Pasal 1 Bab I Ketentuan Umum UU berbunyi

1. Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, mempunyai fungsi, tugas dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan Penyidikan sebagaimana dimaksud dalam UU. ini.

Bab. III: Tujuan, Fungsi, Tugas dan Wewenang

Pasal 4: OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan (c); Mampu Melindungi kepentingan Konsumen dan masyarakat.

Meminta Lembaga Jasa Keuangan untuk menghentikan kegiatannya apabila kegiatan tsb berpotensi merugikan masyarakat sesuai psl 28(b) tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat. Bahkan dlm pasal 30 ayat 1 disebutkan Untuk melindungi Konsumen dan Masyarakat OJK berwenang melakukan pembelaan hukum yang meliputi

(a). Memerintahkan atau melakukan tindakan tertentu kepada Lembaga Jasa Keungan untuk menyelesaikan pengaduan konsumen yang dirugikan.

(b). Mengajukan Gugatan untuk memperoleh kembali harta kekayaan dari pihak yang dirugikan.

“Atas dasar UU tersebut, kami minta OJK tegas dalam menyikapi kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah PT. Asuransi Jiwa Kresna agar tidak ada lagi korban dan merugikan nama baik bisnis asuransi di Indonesia khususnya program Investasi yang harusnya ikut menumbuhkan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang korban dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah Pemegang Polis Asuransi Jiwa Krisna (AJK) atau Kresna Life.

“Kami minta agar OJK dan PPATK kerja serius mengawasi dan supervise dana masyarakat yang dikelola Lembaga keuangan termasuk yang ada di AJK,” kata Inggard kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/8/2020).

“Setahun lalu saya telah menyetorkan uang Rp80 miliar melalui produk asuransi jiwa serta dua produk investasi, Kresna Link Investo (K-Link) dan Protecto Investo Kresna (PIK),” imbuhnya.

Inggard menyatakan bukan hanya dirinya yang merasa ditipu manajemen AJK, tetapi ada ribuan nasabah pemegang polis yang sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, tidak mendapatkan bunga atau manfaat dari bisnis itu.

Menurutnya, jumlah dana dari ribuan masyarakat pemegang polis di seluruh Indonesia mencapai lebih kurang Rp6,5 triliun. “Saya dan ribuan nasabah telah ditipu oleh manajemen Asuransi Jiwa Kresna. Dengan alasan pandemi Covid-19, Direksi PT AJK atau Kresna Life melayangkan surat pemberitahuan kepada kami (nasabah) tanpa tanda tangan dari Direktur Utama AJK. Mereka beralasan pandemi Covid-19, sehingga tidak mampu membayar bunga dan uang pokok (polis) kepada para nasabah,” jelas Inggard.

Padahal, setahu Inggard, dari penjualan saham yang semula senilai Rp50 per lembarnya, telah dijual Rp 500 per lembar sahamnya. “Jadi pihak perusahaan AJK sudah untung gede sekali. Jika mengaku tidak bisa membayar bunga dan penarikan dana nasabah, itukan namanya penipuan kepada masyarakat,” beber Inggard.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top