Headline

Kim Jong-un Hukum Daerah Picu Kerusakan Akibta Terjangan Topan Maysak

NasionalPos.com, Jakarta –

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un akan menjatuhi hukuman berat bagi pejabat daerah yang memicu kerusakan serius akibat terjangan Topan Maysak. Tidak diketahui secara pasti hukuman berat yang dimaksud.

Hukuman diberikan lantaran Kim menganggap para pejabat daerah tidak serius mengantisipasi kerusakan akibat bencana tersebut.

Surat kabar partai berkuasa, Rodong Sinmun, melaporkan bahwa Kim memutuskan menghukum pejabat kota dan provinsi yang menyebabkan insiden serius hingga menelan puluhan korban.

Mengutip AFP, pejabat daerah dianggap gagal saat diminta mengorganisir sebuah proyek untuk mengidentifikasi properti berisiko dan mengevakuasi seluruh warga sebelum terjadinya bencana.

“Sebuah keputusan dibuat untuk menjatuhkan hukuman partai, administratif, dan hukuman berat kepada mereka yang bertanggung jawab atas korban,” tulis pernyataan tersebut.

Laporan tersebut tidak secara gambang merilis jumlah korban terluka, hilang, atau tewas akibat terjangan topan Maysak.

Pembelot Korea Utara, Ahn Chan Il berpendapat penerapan hukuman buat pejabat lokal jadi cara pemimpin Korea Utara untuk menghindari kesalahan atas korban.

“Mereka mengirimkan pesan bahwa Kim Jong Un tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi kerusakan hanya terjadi karena mereka yang bekerja untuknya gagal untuk mengikuti perintahnya,” kata Ahn yang kini menjadi peneliti yang berbasis di Seoul.

Topan Maysak dilaporkan juga menerjang Korea Selatan hingga menewaskan dua orang dan lebih dari 2.200 warga dievakuasi ke tempat penampungan sementara di selatan Busan.

Topan membawa curah hujan yang tinggi mulai pukul 21.00 pada 2 September hingga pukul 06.00 pada 3 September. Total curah hujan adalah 200 milimeter yang terjadi pada Kamis (3/9) lalu.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan jalan terendam air di kota pelabuhan di timur Wonsan, Provinsi Kangwon.

Dibanding Korsel, bencana cenderung lebih berdampak di Korut sebab infrastruktur yang kurang mendukung. Wilayah negara ini juga rentan banjir karena kawasan pegunungan dan perbukitan mengalami deforestasi

(CNN Indonesia)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top