Headline

Sebut Kadrun, Rijal Ingatkan Ahok Bisa Didemo KOBAR Kembali

Rijal, Ketum KOBAR

NasionalPos.com, Jakarta – Lama tak terdengar, mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat Komisaris Utama PT. Pertamina (persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Kembali bersuara. Namun, pernyataannya Kembali menuai kritik tajam dari sejumlah kalangan.

Ahok mengkritik internal Pertamina yang dinilainya tidak professional. Ahok pun melontarkan pernyataan yang menuai polemik, kalau dia menjadi Direktur Utama (Dirut) Pertamina akan banyak yang rebut.

“Persoalannya kalau saya jadi dirut, ribut. Kadrun-kadrun mau demo, mau bikin gaduh lagi Republik ini,” kata Ahok channel YouTube POIN.

Kalimat kadrun – kadrun itulah yang kini dikritik tajam sejumlah kalangan. Sebab, terminologi kadrun dipahami banyak orang sebagai singkatan dari kadal gurun yang bisa merujuk pada kelompok masyarakat tertentu.

Terminologi kadrun dikenal pasaca perhelatan Pilkada DKI tahun 2012 hingga Pilpres tahun 2019 lalu. Penggunaan kata kadrun dikenal masyarakat seiring penggunaan kata kampret untuk oposisi dan cebong bagi kalangan pendukung incumbent.

Ketua Umum Komando Barisan Rakyat (KOBAR) Rijal menilai perangai Ahok tak berubah. Rijal menyebut Ahok sosok sombong, angkuh dan kerap mengeluarkan kata-kata kasar dan ‘kotor’.  “Ahok ini tidak berubah, dia tetap sosok yang sombong, angkuh, sering berkata kasar dan ‘kotor’. Saat jabat Gubernur DKI Jakarta, dia bahkan menyebut kotoran manusia. Sebagai pejabat publik, itu tak layak. Apalagi, sekarang sudah menjabat Komut Pertamina yang merupakan perusahaan besar milik negara,” kata Rijal saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Rijal mengingatkan Ahok, akibat pernyataannya yang tidak terkontrol saat menjabat Gubernur DKI Jakarta membuat marah Umat Islam. Akibatnya, Ahok harus mendekam dibalik jeruji besi selama dua tahun dijerat pasal penistaan agama.

“KOBAR masih ingat Ahok masuk penjara dua tahun karena penistaan agama. Itu karena Ahok tak kontrol mulutnya sehingga membuat marah Umat Islam. Saat itu, saya ditahan di LP Cipinang karena awalnya dituduh makar, tapi karena tidak terbukti tuduhannya berubah jadi ujaran kebencian, sementara Ahok ditahan di Rutan Brimob, Kelapa Dua. Lha ini Ahok diulang lagi? Kami ingatkan Ahok, kalau begini maka KOBAR yang akan demo Ahok lagi,” tandas Rijal.

Rijal menambahkan, pernyataan Ahok yang menyebut kadrun itu berpotensi menyulut amarah massa. Karena itu, bisa mengarah pada rasis. “Ahok sebut kadrun itu bisa jadi rasis. Orang banyak bisa marah lagi,” imbuh Rijal.

Sebelumnya, Pakar telematika Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo atau akrab disapa Roy Suryo pun mengkritik Ahok terkait penggunaan kata kadrun.

“Tweeps, begini ini kalau dalam kearifan lokal bahasa daerah disebut sebagai “Durung dadi uwong, sebab ora nggenah. Mesti isone mung kokehan polah lan gawe bubrah.” Belum jadi Manusia, karena tidak benar (baca: waras), pasti bisanya cuman kebanyakan tingkah dan bikin rusak,” kata Roy Suryo dalm akun twitternya.

Senada dengan itu, anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon menilai ucapan Ahok itu rasis dan berpotensi memecah belah.

“Cara komunikasi seperti ini selain rasis juga memecah belah. Atau mungkin memang sengaja?” tulis Fadli dalam akun twitternya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top