Ekonomi

Sri Mulyani Klaim Bisa Tarik Dana Investor Rp300 Triliun Lewat SWF

Sri Mulyani

NasionalPos.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawari mengklaim Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, yaitu Indonesia Investment Authority (INA) akan mampu menarik investasi hingga Rp300 triliun. Dana tersebut diharapkan bisa membantu pembangunan di Indonesia dengan porsi dana INA 30 persen dan 70 persen untuk investor.

Pemerintah diketahui telah resmi menyuntikan modal untuk Lembaga Pembiayaan Investasi (LPI) atau SWF Indonesia sebesar Rp15 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 73 Tahun 2020 Tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi dan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2020 Tentang Lembaga Pengelola Investasi.

“INA 30 persen dan investor 70 persen, maka kita berharap INA mampu menarik dana investasi sebesar Rp300 triliun akan bisa jadi partner dari INA,” kata Sri secara virtual, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, target yang dipatok ini adalah target tahap awal yang masuk konservatif di periode pertama pembentukan INA. Namun, ke depannya akan terus berkembang pesat.

“Ini target konservatif, ini tentu akan lebih tinggi kalau INA sudah matang secara organisasi dan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Sementara, Direktur Jenderal Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, mengatakan pemerintah tinggal menuntaskan sisa penyertaan modal negara (PMN) untuk SWF yang telah ditargetkan sebesar Rp75 triliun atau setara dengan US$5 miliar.

Untuk menuntaskan sisa suntikan yang mencapai Rp60 triliun dalam satu tahun anggaran, yakni pada 2021, Isa mengatakan pemerintah akan menggunakan berbagasumber, termasuk dari penawaran saham-saham BUMN.

“Caranya bisa diambil dari APBN 2021, sedang dibahas aplikasinya. Bisa juga dari aset-aset lain yang sudah dimiliki negara. Yang paling jelas bisa saja saham BUMN yang bisa kita sertakan sebagai PMN tambahan di SWF itu,” katanya. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top