Headline

PPK Kemensos: Stafsus Mantan Mensos Juliari Perintah Hilangkan Barang Bukti

NasionalPos.com,Jakarta–  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso mengungkap adanya perintah dari staf khusus (Stafsus) mantan Menteri SosialJuliari Batubara  untuk menghilangkan barang bukti kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) untuk pandemi COVID-19-Jabodetabek.

Matheus mengungkapkan hal tersebut dalam sidang lanjutan perkara itu dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (15/3/2021).

Awalnya, penasihat hukum terdakwa Harry Sidabukke menanyakan kepada Matheus terkait permintaan untuk menghilangkan barang bukti.

“Apakah Bapak mengingat ada arahan dari saksi Adi Wahyono untuk menghilangkan beberapa barang bukti?” tanya penasehat hukum.

“Ingat,” jawab Matheus.

Matheus pun menceritakan bahwa yang memberikan arahan bukanlah Adi Wahyono, melainkan dua stafsus mantan Mensos Juliari bernama Erwin Tobing dan Kukuh Ariwibowo.

Matheus mengoreksi berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya bahwa perintah untuk menghilangkan barang bukti datang dari Adi Wahyono.

Menurutnya, perintah itu memang diberikan di ruang kerja Adi Wahyono. Sejumlah barang bukti yang diminta untuk dihilangkan berupa ponsel, laptop, maupun percakapan chatting.

“Saya ingat sekali, waktu itu arahannya adalah menghilangkan barang bukti handphone, alat kerja elektronik, laptop, chat, dan seterusnya. Waktu itu saya liat Adi sudah menghancurkan barangnya,” tutur Matheus.

Diketahui dalam kasus ini, Harry dan Ardian didakwa menyuap mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Harry didakwa memberi suap sebesar Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp1,95 miliar.

Jaksa menyatakan suap itu diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos COVID-19 pada Kemensos tahun 2020. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top