Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Ismail Wahab menambahkan kebutuhan jagung per bulan mencapai 1,5 juta ton. Dari produksi jagung Januari-Juni, stok jagung nasional masih aman dalam mememuhi kebutuhan tersebut.

“Estimasi Harga untuk bulan Mei-Juni harga akan turun. Kenaikan harga saat ini memang tidak secara langsung disebabkan karena kenaikan harga jagung internasional. Namun akibat kenaikan harga jagung internasional, banyak petani yang menyimpan stok jagung mereka, sehingga harga jagung lokal naik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dean Novel selaku pelaku usaha jagung menyebutkan kenaikan harga jagung saat ini menunjukkan kinerja perdagangan jagung baik nasional maupun internasional sedang menguntungkan petani. Kondisi kenaikan tajam harga jagung di tingkat peternak sekarang ini bersifat situasional, maka ini tidak harus disikapi berlebihan karena ini anomali iklim.

“Harga jagung tingkat petani seperti di Lombok Timur saat ini Rp 4.500 perkilogram dengan kadar air 17 persen. Artinya dengan kondisi kenaikan harga saat ini menjadi berkah bagi petani,” ujarnya.

Presiden Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi mengatakan produksi jagung pada tahun 2019 dan 2020 sangat bagus dan produksi jagung 2021 sedikit terganggu bukan disebabkan faktor teknis namun diakibatkan cuaca yang tidak menentu. Dalam memaksimalkan serap jagung petani, ia mengapresiasi Kementan yang menyajikan data luas tanam, luas panen sehingga pelaku usaha dapat mengetahui data sentra produksi jagung.

“Ke depan, kami berharap data produktivitas jagung masing-masing daerah dapat dilakukan pemetaan. Sebab kondisi unsur hara di masing-masing daerah itu berbeda,” ucapnya.

Adapun berdasarkan data sebaran panen jagung bulan April 2021, ada enam provinsi tertinggi luas panen yakni NTB seluas 67.056 hektar, Sulsel 37.926 hektar, Jatim, 29.186 hektar, Lampung 24.781 hektar, NTT 21.564 hektar dan Jateng 20.326 hektar. Sementara pada bulan Mei meliputi Jatim 91.045 hektar, Jateng 56.949 hektar, Lampung 33.365 hektar, Sulsel 14.125 hektar, Sumut 13.400 dan Sulut 12.598 hektar.(*)