Jakarta,NasionalPos.com – Inspektur Komando Lintas Laut Militer Laksma TNI Frendy H Saragih mengikuti commodore inspection Kapal Angkut Tank (AT-5) KRI Youtefa 522 digalangan PT Daya Radar Utama Lampung, Kamis (17/6).

Dalam inspeksi yang dipimpin Wakil Asisten Logistik Kasal Laksma TNI Rachmat Hartoyo ini, juga dihadiri Kadiskomlekal, Sekdisadal, Komandan Lanal Lampung, Kadisharkap Kolinlamil, Dansatgas AT-5 dan calon Komandan KRI Youtefa 522.

Commodore Inspection adalah inspeksi yang dilakukan untuk mengetahui hasil dari program implementasi dari rencana strategis pembangunan kekuatan TNI AL menuju minimum essensial force, yang telah dilakukan dalam Commodore Inspection KRI Youtefa 522 telah dilakukan uji trial untuk memastikan semua item yang tercantum dalam kontrak pembangunan berjalan dengan baik.

KRI Teluk Youtefa-522 adalah kapal perang baru yang berjenis Landing Ship Tank (LST).

Kapal perang ini adalah kapal ke lima dari kelas Teluk Bintuni yang diproduksi oleh PT. Daya Radar Utama (DRU) selama kurun waktu 16 bulan yang dirancang untuk mengangkut MBT (Main Battle Tank) jenis Leopard milik TNI Angkatan Darat dan Tank BMP 3F milik Marinir TNI Angkatan Laut.

Secara garis besar hasil dari commodore inspection dapat diterima oleh tim, dan selanjutnya dapat dilanjutkan dengan kegiatan delivery kapal angkut (AT-5), yang akan disiapkan oleh tim Disadal yang waktunya akan disampaikan sesuai dengan kesiapannya.
Kegiatan commodore inspection terlaksana dengan baik dan lancar sesuai agenda kegiatan.

KRI Youtefa 522 dirancang untuk mengangkut 10 tank Leopard 2A4, tank jembatan , kendaraan lapis baja, atau 15 kendaraan tempur infanteri BMP-3F . Sistem propulsi terdiri dari dua mesin diesel STX MAN 9L27 / 38, masing-masing dengan output 3285 kW. Kecepatan tertinggi mencapai 16 knot.

Kapal perang ini dapat membawa 4 unit LCVP (Landing Craft, Vehicle, Personnel). LST berbobot kosong 2300 ton ini mampu mengangkut 10 Tank Leopard, 476 orang (kru dan pasukan), serta 2 unit helikopter. Kapal memiliki ketahanan di laut selama 20 hari dan didesain agar mampu mendarat di pantai

Kapal angkut tank ini dilengkapi 2 helipad dan fasilitas hanggar. Di bagian anjungan terdapat crane untuk memudahkan loading logistik dan kargo.

Persenjataan untuk self defence adalah meriam bofors kaliber 40/L70 mm ditempatkan pada haluan, kanon PSU kaliber 20 mm, serta dua unit SMB (Senapan Mesin Berat) kaliber 12,7 mm.

Bangunan ruangan kapal terdiri dari 7 lantai, berurutan dari bawah: bottom deck menjadi ruang khusus mesin kapal. Deck A adalah ruang tangki dan ruang pasukan, deck B ruang pasukan. Deck C & D untuk kru kapal termasuk tempat tidur dan peralatan keseharian kru kapal. Deck E merupakan ruang komandan dan para perwira. Deck F adalah ruang komando. Deck G, top deck menjadi tempat untuk meletakkan dua radar utama kapal. (*)