Headline

AS, Yunani dan Turki Dilanda Kebakaran Hutan

NasionalPos.com, Jakarta – Dari Turki hingga Yunani, kebakaran hutan masif terjadi sepanjang pekan ini, menewaskan sejumlah orang dan membuat banyak yang harus mengungsi.

Di Yunani, sebanyak lusinan rumah hancur dan lima orang harus dirawat di rumah sakit karena gangguan pernapasan di kota Patras yang dekat lokasi kebakaran hutan, Sabtu (31/7). Patras adalah kota terbesar ketiga di Yunani.

Sebanyak 145 pemadam kebakaran ,50 truk, delapan pesawat pemadam kebakaran, dan helikopter telah dimobilisasi untuk memadamkan api kebakaran hutan di wilayah Zeria, Peloponnese, sekitar 210 kilometer dari barat Athena.

Selain itu, aparat juga mengevakuasi penduduk dari lima desa di kawasan turis pesisir, Loggos.

Berdasarkan informasi Badan Perlindungan Sipil, setidaknya 56 kebakaran hutan terjadi selama 24 jam terakhir hingga Sabtu lalu. Yunani sendiri tengah dihinggapi gelombang panas, di mana sejak Jumat (30/7/2021), temperaturnya antara 42-44 derajat celsius.

Yunani memang kerap dihantam kebakaran hutan setiap musim panas, namun sejumlah peneliti memperingatkan bahwa pemanasan global telah meningkatkan kejadian-kejadian itu saban harinya.

Sementara itu di Turki, hingga Sabtu lalu telah memasuki hari keempat aparat di negara itu berhadapan mencoba memadamkan kebakaran hutan. Setidaknya enam orang tewas dalam kebakaran hutan di wilayah Turki selatan.

Kebakaran hutan di Turki mulai banyak terjadi sejak Rabu lalu, di mana telah membuat lebih dari 300 orang terluka dan memaksa lainnya dievakuasi dari desa-desa dan hotel sekitar hutan.

Salah satunya di kota pariwisata, Bodrum, di mana banyak laporan yang menyatakan warga-warga di sana telah dievakuasi dari rumah dan hotel-hotel.

Menteri Pertanian dan Kehutanan Mesir Bekir Pakdemiril mengatakan 10 dari 88 kebakaran hutan yang dilaporkan sejak Rabu lalu saat ini masih tengah berupaya dipadamkan.

Sebagai informasi, di Turki lebih dari 2.600 kebakaran hutan terjadi sepanjang akhir dekade lalu, namun jumlahnya melompat hingga hampir 3.400 tahun lalu.

Sementara itu di Amerika Serikat, presiden negara itu Joe Biden, meminta gubernur-gubernur di negara tersebut mewaspadai ancaman perubahan iklim atau pemanasan global yang salah satunya bisa dilihat pada kebakaran hutan/lahan.

“Kita tidak dapat mengabaikan bagaimana faktor-faktor yang tumpang tindih dan saling terkait dari panas yang ekstrem, kekeringan yang berkepanjangan, dan kondisi kebakaran hutan yang sangat besar mempengaruhi negara ini,” kata Biden dalam pertemuan virtual dengan gubernur dari tujuh negara bagian di wilayah AS Selatan seperti¬† termasuk California, Oregon dan Montana, Sabtu (1/8/2021).

“Mencakup semua ini adalah kebutuhan untuk berhasil menghadapi perubahan iklim,” imbuh Biden.

Biden mencatat bahwa sejak terakhir kali dia mengadakan pertemuan tentang kebakaran hutan satu bulan lalu, areal yang terbakar meningkat dua kali lipat, menjadi 3,4 juta. Selain itu, dia mengatakan perubahan iklim telah meningkatkan suhu di kawasan-kawasan hutan, sehingga memungkinkan kumbang pemakan pohon tertentu berkembang dan menciptakan jalur besar pohon-pohon mati.

“Pada akhirnya ini seperti, Anda tahu, menjatuhkan sebuah korek api seperti ke sebuah kolam bahan bakar,” kata Biden. (CNN Indonesia)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top