Headline

Haris Pratama Minta KPK Periksa Haji Isam Soal Dugaan Suap Pejabat Pajak

NasionalPos.com, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) meminta KPK segera memeriksa Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam terkait kasus dugaan suap kepada pejabat pajak

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menandaskan, KPK yang dipimpin Firli Bahuri harus berani memeriksa dugaan keterlibatan Haji Isam yang dikenal sebagai pengusaha asal Kalimantan Selatan.

“KPK jangan kalah sama pengusaha. KNPI yakin KPK dapat menyidik kasus tersebut dan segera menetapkan tersangka,” ujar Haris dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Haris menyatakan, pajak adalah salah satu sumber penerimaan negara yang cukup besar yang diharapkan dapat menopang kebutuhan pembiayaan negara. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Karena itu, kata Haris, DPP KNPI mendorong dan mendukung KPK serta aparat penegak hukum untuk memberantas semua pihak yang diduga melakukan penggelapan pajak. Pasalnya, hal tersebut tidak hanya merugikan negara namun juga mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Begitu banyak sektor yang bisa dibiayai oleh negara apabila wajib pajak khususnya perusahaan raksasa tertib dalam membayar pajak,” kata Haris.

“Kami berharap KPK jangan gentar menghadapi para mafia pajak, dan KNPI akan senantiasa berada di belakang KPK memberi support bahkan jika dibutuhkan KNPI secara kelembagaan bersedia secara aktif membantu kerja kerja penegakan hukum KPK,” paparnya.

Tak sampai disitu, Haris juga mendukung penuh langkah KPK menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama yang merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Haji Isam di Tanah Bumbu. Haris pun meyakini, penyidik memiliki bukti yang kuat adanya dugaan praktik rasuah di perusahaan tersebut.

“DPP KNPI berkeyakinan, KPK dipimpin Firli Bahuri dapat mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pajak pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top