Headline

KOBAR Desak Habib Rizieq dan Syahganda Dibebaskan, Aparat Jangan ‘Main Api’

NasionalPos.com, Jakarta – Komando Barisan Rakyat (KOBAR) mendesak pembebasan Habib Rizieq Shihab dan tokoh aktivis Syahganda Nainggolan. Ketua Umum KOBAR, Rijal menyatakan perpanjangan penahanan Habib Rizieq dan Syahganda jelas mengangkangi hukum.

Rijal menjelaskan, untuk perkara Habib Rizieq sebagaimana diungkapkan Direktur HRS Center, Abdul Chair bahwa pada saat Surat Penetapan a quo diterbitkan ternyata Majelis Hakim banding belum terbentuk.

Apalagi, lanjut Rijal, sesuai putusan pengadilan, Habib Rizieq divonis 8 bulan kurungan. Sehingga, masa penahanan sudah berakhir pada 8 Agustus 2021.

Namun, terbit Surat Penetapan Perintah Penahanan Nomor: 1831/Pen.Pid 2021/PT DKI tertanggal 5 Agustus 2021 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Habib Rizieq

“Berdasarkan keterangan hukum dari Direktur HRS Center, Abdul Choir bahwa saat surat penetapan dibuat, ternyata Majelis Hakim banding di Pengadilan Tinggi DKI itu belum terbentuk. Dari situ saja jelas ngawur, lho kalau majelis hakimnya belum ada, lantas siapa yang buat surat itu? Ini bagi kami konyol. Karena itu, IB HRS harus dibebaskan demi keadilan dan kemanusiaan,” tegas Rijal kepada wartawan, Kamis (12/8/2021)

Begitupun dengan Syahganda sudah ditahan sejak Oktober 2020 dan divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Depok . Setelah itu, Pengadilan Tinggi Jawa Barat tetap memvonis Syahganda 10 bulan penjara.

Karena itu, seharusnya Syahganda dibebaskan pada Agustus 2021. Nyatanya. Syahganda masih ditahan.  “Bang Syahganda Nainggolan harus dibebaskan karena sudah menjalanai hukuman sesuai vonis pengadilan selama 10 bulan termasuk vonis Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Karena itu, atas nama keadilan dan kemanusiaan, KOBAR desak Syahganda segera dibebaskan,” tegas Rijal.

Syahganda Nainggolan

Rijal menilai perpanjangan masa penahanan Syahganda sangat tidak masuk akal. Sebab, Syahganda tetap ditahan hanya berdasarkan pesan whatsapp. “Ini konyol dan tentu sangat tidak masuk akal. Seseorang diperpanjang masa tahanannya berdasarkan pesan whatsapp. Ini negara hukum atau apa?,” cetus Rijal.

Karena itu, Rijal menilai penahanan Habib Rizieq dan Syahganda jelas pelanggaran HAM.

“Penahanan IB HRS dan Syahganda jelas pelanggaran HAM. Karena, kebebasan itu merupakan hak mendasar setiap warga negara,” tandas Rijal.

Rijal pun mengingatkan penegak hukum agar tidak bermain di areal politik. Mengingat, Habib Rizieq dan Syahganda selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal mengkritik pemerintah. “Ini negara hukum, kami ingatkan penegak hukum tidak bermain di areal politik. Jangan bermain api, karena rakyat tak bodoh dan pasti mengawasi,” pungkas Rijal.

Sebelumnya, kabar perpanjangan penahanan Syahganda diketahui publik beradasrkan dua surat  Mahkamah Agung (MA) melalui pesan Whatsapp.

Surat pertama bernomor 7098 tentang masa penahanan Syahganda yang akan berakhir 9 Agustus, dimulai sejak 21 Juni. Ini masa penahanan 50 hari

Diketahui, Syahganda divonis 1- bulan penjara oleh PN Depok dan diperkuat oleh PT Jawa Barat. (wan)

Syahganda didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) atau ayat (2) atau Pasal 15 Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top