Headline

Akbar Husein Harap Bebasnya Syahganda Jadi Momentum Oposan Rubah Wajah Indonesia

Porosberita.com, Jakarta – Aktivis (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) Syahganda Nainggolan telah menghirup udara bebas pada Jumat (13/8/2021) kemarin. Syahganda bebas setelah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri selama delapan bulan. Kebebasannya pun disambut rekannya sesama aktivis.

“Welcome home sang oposan, Bung Syahganda. Bagi kami, kebebasan Bung Syahganda kemarin merupakan hari bersejarah ditengah-tengah kejenuhan dan bayang-bayang suramnya masa depan kehidupan dan perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid19 dan kebijakan amburadul PPKM,” ujar Akbar Husein yang juga dikenal sebagai aktivis politik kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/8/2021).

Dimata Akbar, sosok Syahganda memiliki kesan tersendiri. Kiprah Syahganda yang terbilang senior selama ini menunjukkan konsistensinya dalam berpihak pada kepentingan rakyat.

“Pada tahun 2019, saya sempat menjadi tahanan politik (tapol), karna dituduh melakukan makar terhadap pemerintahan Joko Widodo. Saat itu, saya bersama dengan rekan-rekan sesame tapol d Lapas Pemuda Tangerang sering menyaksikan kiprah Syahganda Nainggolan dari televisi sebagai. Dia tampil sebagai ‘juru bicara rakyat’. Makanya, bagi kami, Bung Syahganda itu memiliki kesan kuat,” kata Akbar.

Syahganda Nainggolan

Akbar menuturkan, dia bersama tapol lainnya juga sempat menyaksikan Syahganda bersama dengan para tokoh lainnya menggagas dan mendirikan KAMI.

“Bung Syahganda bersama tokoh lainnya, seperti Alm. Rachmawati Soekarnoputri, Jenderal Gatot Nurmantyo, Din Syamsudin, KH.Rohmat Wahab, Jumhur Hidayat, MS Ka’ban, Ahmad Yani, Rijal KOBAR, Andrianto beserta Barisan Emak-Emak Militan menggagas dan mendeklarasikan organ baru dibawah bendera oposisi KAMI,” kenangnya.

Kemunculan KAMI, lanjut Akbar, bagi dirinya dan tapol lainnya telah mendorong optimisme baru bagi masa depan demokrasi di tengah sistem kekuasaan oligarki yang mencengkram Indonesia.

“Kehadiran KAMI ibarat nutrisi atau suplemen yang menambah semangat dan energi baru terutama bagi saya dan rekan-rekan tapol yang pada waktu itu,” tutur Akbar.

Meski akhirnya, kata Akbar, gagasan dan ide brillian yang diusung oleh Syahganda bersama para tokoh oposisi KAMI, nampaknya tidak disenangi oleh penguasa. Hingga berujung pemenjaraan Syahganda hanya lantaran cuitan di twitter yang tidak mendukung UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Menurut saya, cuitan Bung Syahganda di twitter biasa saja, karena memang Undang-undang tersebut sangat ditentang oleh sebagian besar rakyat terutama dari kaum buruh. Tapi, faktanya dia tangkap,” jelasnya.

“Dan saya mencatat satu hal bahwa penangkapan Syahganda, Jumhur Hidayat, Anton Permana dan tokoh-tokoh KAMI lainnya persis selang waktu sebulan pasca saya dan rekan-rekan tapol lainnya dibebaskan dari penjara Lapas Pemuda Tangerang pada bulan September 2020,” beber Akbar.

Atas kebebasan Syahganda, Akbar mewakili rekan-rekan mantan tapol lainnya berharap ini menjadi momentum bagi para oposan untuk lebih bersemangat melakukan perubahan menuju Indonesia lebih baik.

“Sekali lagi, kami ucapkan selamat atas Kebebasan Bung Syahganda Nainggolan, semoga ini jadi momentum satukan langkah para oposan untuk merubah wajah Indonesia yang lebik baik,” pungkasnya. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top