Headline

Muktamar NU Ke-34 Akan Pilih Ketum PBNU Lewat Voting

NasionalPos.com, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar NU merekomendasikan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan dipilih melalui metode one man one vote atau pemilihan suara dalam Muktamar NU ke-34 yang akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021 mendatang.

Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tersebut digelar di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu-Minggu (25-26/9/2021).

“Untuk Ketum nanti dipilih oleh para pemilih suara berdasarkan one man one vote,” kata Ketua Steering Committee Munas dan Kombes NU, Ahmad Ishomuddin saat Konferensi persnya, Minggu (26/9/2021).

Untuk pemilihan Rais Aam PBNU, lanjut Ishomuddin, nantinya akan dipilih melalui metode Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Metode Ahwa merupakan mekanisme perwakilan yang diisi oleh ulama-ulama senior yang dipilih oleh pengurus NU seluruh Indonesia untuk memilih Rais Aam PBNU dengan cara musyawarah mufakat.

Sistem Ahwa ini pernah digunakan untuk memilih Rais Aam PBNU saat Muktamar tahun 2015 lalu di Jombang.

Awalnya, kata Ishomuddin, sempat diusulkan bahwa metode pemilihan Ketum PBNU di Muktamar mendatang melalui mekanisme Ahwa.

Namun, keputusan Komisi Organisasi dalam Konbes NU memutuskan tak jadi menggunakan metode tersebut. Hal itu lantas menjadi keputusan Komisi Organisasi setelah diambil pemungutan suara pada Sabtu (25/9/2021) malam tadi.

“Bahwa metode Ahwa hanya ditetapkan di Muktamar mendatang hanya memilih Rais Aam. Bukan memilih Ketum,” kata Ishomuddin.

Sementara, Ketum PBNU Said Aqil Siraj mengatakan musyawarah untuk menentukan tanggal muktamar PBNU telah dilakukan pihaknya demi menjaga martabat Nahdlatul Ulama.

Muktamar PBNU di Lampung nantinya akan digelar dengan catatan harus mendapatkan persetujuan dari Satgas Covid-19 dan wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Alhamdulillah kami bersepakat dan memutuskan bahwa pelaksanaan Muktamar NU Ke-34 akan diselenggarakan pada tanggal 23-25 Desember 2021, dengan catatan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan Muktamar akan mematuhi protokol kesehatan dan mendapatkan persetujuan Satgas Covid-19 baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Said.

Masa bakti kepengurusan PBNU hasil Muktamar Jombang 2015 lalu seharusnya sudah berakhir pada 2020. PBNU berencana menggelar Muktamar pada 2020 di Lampung untuk menentukan kepengurusan yang baru. Namun, gelaran itu harus ditunda karena pandemi virus corona yang masih terjadi di Indonesia. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top