Home / Internasional

Senin, 30 Mei 2022 - 21:07 WIB

NATO ‘Ngotot’ Mau Bangun Pangkalan Militer Dekat Rusia

NasionalPos.com,Jakarta — Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bersikeras ingin membangun pangkalan militer di Eropa Timur, dekat dengan teritori Rusia.

Wakil Sekretaris Jenderal NATO, Mircea Geoana, menegaskan blok itu tak lagi terikat dengan komitmen masa lampau dan tak perlu lagi menahan diri untuk menempatkan pasukan di Eropa timur, Minggu (29/5/2022).

“Mereka [Rusia] mengambil keputusan, mereka membuat kewajiban untuk tak menyerang negara tetangganya, yang kini malah mereka lakukan, dan melakukan konsultasi reguler dengan NATO, yang tidak mereka lakukan,” kata Geoana saat berbicara di ibu kota Lithuania, Vilnius, dikutip dari AFP.

“Jadi saya rasa undang-undang pendiri ini tidak berfungsi karena Rusia,” lanjutnya.

Baca Juga  Filipina Bencana Nasional Untuk Virus Corona

Geoana mengatakan Rusia dan NATO terikat dalam Undang-Undang Pendirian NATO-Rusia pada 1997.

Dalam aturan tersebut, yang ditujukan untuk mengembalikan kembali relasi Rusia dengan blok itu, keduanya setuju untuk “mencegah penempatan pasukan konvensional yang dapat mengancam beberapa wilayah Eropa yang disepakati, termasuk Eropa Tengah dan Timur.”

Namun, Geoana menilai Rusia telah ‘membatalkan’ isi undang-undang tersebut dengan menyerang Ukraina dan menangguhkan dialog dengan aliansi tersebut.

Rusia, menurutnya, telah secara efektif meninggalkan aturan tersebut.

“Sekarang, kami tak memiliki batasan untuk menempatkan postur yang kuat di wilayah timur dan untuk memastikan seluruh meter persegi wilayah NATO dilindungi oleh Pasal 5 dan sekutu kami,” kata Geoana lagi.

Baca Juga  Komunitas Milineal Desak Surya Paloh, Non-aktifkan DIP dan JGP Sebagai Petinggi Partai Nasdem

Pasal 5 NATO merujuk pada pertahanan kolektif. Pasal itu menyatakan serangan terhadap satu negara NATO merupakan serangan bagi seluruh anggota blok itu.

Saat membahas penempatan pasukan di Eropa timur, Geoana tidak memberikan detail lebih lanjut. Namun, ia mengantisipasi “keberadaan [pasukan NATO] yang meningkat, fleksibel, dan berkelanjutan.”

Sementara itu, serangan Rusia di Ukraina membuat negara Baltik meminta lebih banyak pasukan di wilayah mereka. Penempatan tersebut termasuk membentuk brigade untuk menggantikan kelompok taktis yang ditempatkan pada 2017 lalu.

Para menteri pertahanan NATO bakal bertemu pada pertengahan Juni untuk membahas hal ini.(CNN indonesia)

 

Share :

Baca Juga

flying1

Headline

Dua Perwira TNI AU Lulus Pendidikan International Flying Instructor Course Australia
ledakan

Headline

Konjen China di Brasil Diteror Ledakan
gaza

Internasional

Hentikan Pertumpahan Darah di Perbatasan Gaza
aksi di gedung putih

Headline

Siapakah Kelompok Antifa Yang Dituding Trump Berada Dibalik Aksi George Floyd
PM Inggris Boris Johnson

Internasional

Pesta Ditengah Lockdown, PM Inggris Didesak Mundur
korupsi

Headline

Dalam Hari Anti-Korupsi, PBB Sorot Potensi Korupsi Di Tengah Pandemi Covid-19
AS China

Headline

China Digugat Negara Bagian AS Soal Pandemi Virus Corona
Duterte

Headline

Dipinang Partai, Duterte Siap Maju Cawapres Pemilu 2022