Home / Politik / Top News

Senin, 15 Januari 2018 - 15:52 WIB

Ratusan Kader Ajukan Mosi tak Percaya, OSO pun Dipecat Sebagai Ketum Hanura

Nasionalpos.com, Jakarta – Oesman Sapta Odang (Oso) dipecat dari jabatan ketua umum Partai Hanura. Keputusan itu diambil setelah 27 DPD dan lebih dari 400 DPC Hanura mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Oso yang dianggap melanggar anggaran rumah tangga partai dan prinsip-prinsip nilai perjuangan partai.

Setelah mendengarkan mosi tidak percaya tersebut, pengurus DPP Partai Hanura selanjutnya menggelar rapat dan memutuskan memecat OSO. Rapat itu digelar di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Hasilnya, selain keputusan memecat OSO juga memilih Waketum DPP Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo sebagai Plt Ketum Partai Hanura.

Baca Juga  Pertarungan Kandidat Pro-China Vs Anti-China Bersaing di Pilpres Taiwan

Daryatmo sendiri menyatakan siap mengemban amanat untuk memimpin Hanura. “Saya siap melaksanakan tugas plt karena dilandasi rasa tanggung jawab saya kepada partai. Saya tidak punya keinginan apa-apa kecuali ingin memberikan kontribusi yang terbaik dari yang saya miliki,” ujar Daryatmo.

Menurut Sekjen Partai Hanura Sarifuddin Sudding, pelanggaran yang dilakukan sebenarnya sudah pernah dilaporkan namun tak ditanggapi OSO. Karena itu, wajar jika mayoritas pengurus di daerah keberatan dan mengajukan mosi tidak percaya.

Menyinggung soal dukungan Hanura kepada Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti, Sarifuddin menegaskan tidak ada perubahan sikap. Hanura akan tetap mendukung Jokowi.

Baca Juga  Militer Rusia dan Iran Latihan Perang di Samudera Hindia

Di tempat yang sama, Wasekjen Hanura, Wishnu Dewanto mengungkapkan mosi tidak percaya terhadap OSO oleh sejumlah pengurus daerah karena dipecat semena-mena oleh OSO. Seharusnya, pergantian pengurus sesuai dengan AD/ART partai.

“Mosi tidak percaya muncul karena ada yang dipecat tidak sesuai dengan mekanisme. Seperti pengurus di Sumut, Jabar, Jateng, dan Maluku Utara,” kata Wishnu.

Selama setahun memimpin Hanura, OSO dinilai oleh sebagian pengurus kurang menjalin komunikasi yang baik dan terkesan arogan. ( )

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Caleg yang tidak di Pilih Justru terpilih menjadi wakil rakyat di Parlemen

Headline

WP KPK : Tuntutan Rendah Pelaku Penyerangan Novel Berdampak Pada Pemberantasan Korupsi

Megapolitan

LSI Denny JA : Tiga Paslon Gubernur DKI Berebut Swing Voters

Top News

Ketua DPR Setya Novanto Melaporkan Dua Pimpinan KPK Mendadak Ramai Jadi Sorotan.

Megapolitan

Di Duga Tabung Gas Sumber Ledakan di Mall Taman Anggrek

Ekonomi

Menkeu Harap Pemda Punya Manajer Keuangan

Nasional

Adakah Kepentingan PDI-P Dibalik Penunjukan Pejabat Gubernur Dari Polri?

Ekonomi

Dipastikan Tak Ada Kenaikan Tukin Untuk PNS.TNI/Polri