Home / Internasional

Jumat, 22 Maret 2019 - 11:21 WIB

Golan Milik Israel: Trump kian Melecehkan Palestina dan Pendukungnya

Nasionalpos.com – Presiden Donald Trump telah memutar balik kebijakan Amerika Serikat selama puluhan tahun dengan mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Washington untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang direbut dari Suriah pada 1967.

Dalam sebuah twit, Trump menyatakan dataran tinggi tersebut memiliki ‘nilai strategis dan sangat penting dari sisi keamanan bagi Israel dan stabilitas regional.’.

Israel mencaplok Golan pada 1981, namun langkah ini tidak diakui masyarakat internasional.

Suriah, yang berusaha mendapatkan kembali wilayah tersebut, sejauh ini belum berkomentar.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu – yang telah memperingatkan akan “pertahanan militer” musuh bebuyutan negaranya, Iran, di Suriah dan telah memerintahkan serangan udara dalam upaya menggagalkannya. Dia mengucapkan terima kasih kepada Trump lewat   sebuah twit..

“Di saat Iran berusaha memanfaatkan Suriah sebagai landasan untuk menghancurkan Israel, Presiden Trump dengan berani mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan,” tulisnya.

Richard Haas, mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang kini menjabat sebagai presiden lembaga kajian Council on Foreign Relations, berkata ia “sangat tidak setuju” dengan Trump. Ia mengatakan bahwa pengakuan atas kedaulatan Israel tersebut akan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, “yang melarang perolehan wilayah karena perang”.

Deklarasi Presiden Trump muncul seiring Netanyahu menghadapi persaingan ketat dalam pemilu pada 9 April, serta serangkaian dugaan korupsi.

Kejutan bagi Netanyahu

Pasda 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memerintahkan relikasoi kedutaan besar AS ke kota tersebut dari Tel Aviv. Keputusan itu dikecam warga Palestina, yang ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kot a begara Palestina di masa depan.Majelis Umum PBB menuntut keputusan itu dibatalkan.

Baca Juga  Puluhan Orang Tewas Dalam Serangan Brutal di Masjid Christchurch

Koresponden BBC di Departemen Luar Negeri AS, Plett-Usher, berpendapat bahwa kejutan dari pernyataan Trump bukan pada substansinya, melainkan waktunya. Ide AS mengakui kedaulatan Israel atas Golan telah dipertimbangkan oleh pemerintahan Trump sejak cukup lama.

Baca Juga  Bentrok Lagi, India Memblokir 118 Aplikasi China

Israel telah mendapat dukungan di Gedung Putih dan sebagian Kongres dengan berargumen bahwa Iran menggunakan Suriah sebagai markas untuk menyasar Israel, dengan Dataran Tinggi Golan sebagai garis depannya.

“Namun demikian, pengakuan formal dari AS tidak mengubah fakta di lapangan: Israel sudah bertindak dengan otoritas militer penuh,” kata Plett-Usher.

Jadi beberapa pengamat menyimpulkan bahwa pengakuan ini adalah upaya terang-terangan untuk mendukung Netanyahu dalam pemilu, ia menambahkan.

Jika benar demikian, pengamat menilai hal ini melanggar prinsip penting hukum internasional: Trump telah mendukung suatu perebutan wilayah, dan tidak akan punya otoritas moral untuk mengkritik Rusia karena melakukan hal serupa di Crimea.

Golan Sangat Penting

Wilayah ini terletak sekitar 60km sebelah barat daya dari ibu kota Suriah, Damaskus, dan mencakup sekitar 1.200km persegi.

Israel merebut sebagian besar wilayah Golan dari Suriah pada tahap akhir perang Timur Tengah pada 1967, dan menggagalkan upaya Suriah untuk merebut kembali wilayah tersebut dalam perang tahun 1973.

Baca Juga  Usai Aksi Solidaritas Floyd, Uskup di Texas Ditelepon Paus Fransiskus

Kedua negara sepakat untuk menghentikan pertempuran pada tahun berikutnya. Kesepakatan tersebut meliputi penetapan zona demiliterisasi sepanjang 70km yang dijaga oleh pasukan pengawas PBB. Namun mereka secara teknis tetap berada dalam kondisi perang.

Pada 1981, parlemen Israel meneken undang-undang yang menerapkan “hukum, yurisdiksi, dan administrasi” Israel di Golan, secara praktis mencaplok wilayah tersebut. Namun masyarakat internasional tidak mengakui langkah ini, dan tetap mengakui Golan sebagai wilayah Suriah yang diduduki Israel. Resolusi 497 Dewan Keamanan PBB menyatakan keputusan Israel ‘ batal demi hukum dan tidak berdampak swcara hukum internasional’..

Baca Juga  Wakil Sekjen PBB Kunjungi Daerah Operasi Indobatt Konga UNIFIL di Lebanon

Tiga tahun lalu, ketika Presiden Barack Obama menjabat, AS mendukung pernyataan Dewan Keamanan PBB  yang mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas pernyataan Netanyahu bahwa Israel tidak akan pernah melepaskan Golan.

Suriah selalu bersikeras bahwa mereka tidak akan menyetujui perjanjian damai dengan Israel kecuali Israel menarik diri dari seluruh wilayah Golan. Perundingan damai terakhir yang diperantarai AS gagal pada tahun 2000, sementara Turki memediasi perundingan tak langsung pada 2008.

Terdapat lebih dari 30 permukiman Israel di Golan, yang menjadi rumah bagi sekitar 20.000 orang. Permukiman tersebut ilegal menurut hukum internasional, meski Israel membantahnya. Para pemukim tinggal bersama sekitar 20.000 warga Suriah, kebanyakan dari mereka merupakan Arab Druze, yang tidak pergi ketika Golan direbut Israel. (BBC/*).

 

Share :

Baca Juga

Headline

Mantan Kepala Penjara Khmer Merah Meninggal di Kamboja

Headline

Dua Perwira TNI AU Lulus Pendidikan International Flying Instructor Course Australia

Headline

Trump Bersumpah Akan Kejar Tanggung Jawab China Soal Virus Corona

Internasional

Presiden Rusia Sebut Mantan Mata-Mata Rusia Skripal Pengkhianat

Headline

Cegah Virus Corona, Vatikan Tertutup Bagi Wisatawan

Headline

Dalam Sehari 20 Ribu Terpapar dan Seribu Lebih Meninggal Akibat Virus Corona di Brasil

Headline

Biden Marah China Langsung Jatuhkan Sanksi Pada Mantan Pejabat Trump

Headline

Ini Para Miliuner Yang Bantu Biden Menangkan Pilpres AS