Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Kamis, 7 November 2019 - 22:47 WIB

ADB Sebut 22 Juta Penduduk Indonesia Kelaparan

Nasionalpos.com, Jakarta – Dalam kurun waktu pemerintahan Jokowi pada periode 2016 – 2018, terdapat 22 juta penduduk Indonesia menderita kelaparan.

Demikian laporan bertajuk Policies to Support Investment Requirements of Indonesia’s Food and Agriculture Development During 2020-2045 yang dibuat Asian Development Bank (ADB) bekerja sama dengan International Food Policy Research Institure (IFPRI).

“Banyak dari penduduk yang tidak memperoleh makanan yang cukup dan anak-anak cenderung stunting. Pada 2016-2018, sekitar 22 juta orang di Indonesia menderita kelaparan,” demikian isi dari laporan tersebut, Rabu (6/11/2019).

Menurur laporan ADB, juemlah 22 juta orang kelaparan tersebut merupakan 90 persen dari jumlah orang miskin Indonesia, yang tercatat sebanyak 25,14 juta versi Badan Pusat Statistis (BPS).

Baca Juga  Update Data Corona (2/11/2021) Jumlah Pasien Positif 4.254.373 Orang dan Meninggal 143.457 Orang

Kondisi ini disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya sektor agraria dan pertanian yang menurun sejak 1975, sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

“Mulanya sektor pertanian menyumbang 30 persen, selang 10 tahun menurun menjadi 23 persen lalu menjadi 15,3 persen pada 2010 dan berakhir menjadi 13.1 persen pada 2017,” kata laporan tersebut.

Begitu pula dengan sistem penyerapan tenaga kerja juga berlangsung lamban. Selain itu, distribusi pangan juga disebutkan tidak merata dan menjadi masalah paling krusial.

Baca Juga  Pemerintah Umumkan Menhub Budi Karya Positif Terjangkit Virus Corona

Berrolak dari fakta tersebut, peringkat Indonesia kalah dari Singapura yang menempati urutan pertama Indeks Keamanan Pangan Global (GSFI) yang dirilis Economist Intelligence Unit (The Economist 2018).

Indonesia menempati urutan ke-65 dari total 113 negara. Sementara negara tetangga Malaysia ada di urutan ke-40, Thailand ke-54 dan Vietnam ke-62.

Namun ADB menyebutkan Indonesia mampu bebas dari kasus kelaparan sekira tahun 2030-2045. Dengan syarat ada peningkatan di sektor pangan, mulai dari investasi pertanian dan modernisasi sistem pasar pangan .

Selain itu, untuk mencapai ketahanan pangan, perlu adanya sinergi antara investasi dan penerapan kebijakan untuk menciptakan peluang dan efisiensi lantaran tak bisa dilakukan secara instan. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Presiden Tsai Ing-wen Ingatkan China Bahwa Taiwan Sudah MerdeKa

Ekonomi

Menkeu : Realisasi Subsidi Bunga Pelaku UMKM Masih Kecil

Politik

Fordim Jakarta Desak Jokowi Copot Budi Karya Sumadi

Megapolitan

FIU Tegaskan Aksi 112 Akan Dilaksanakan

Headline

Saat di Tengah Kunjungan Menteri AS ke Taiwan, China Kerahkan Jet Tempur

Headline

MA Kabulkan PK Gubernur Anies, Izin Reklamasi Pulau I Dicabut

Headline

Pelantikan Pengurus KB PII Jakarta dari Jakarta kita bangun Peradaban Islam

Headline

Korem 174 Merauke Siap Sukseskan PON XX Tahun 2021 dan Pelopori Pencegahan Covid-19