Home / Megapolitan / Top News

Rabu, 29 Juni 2016 - 13:49 WIB

Adian Napitupulu Tak Akan Hadiri Undangan “Teman Ahok”

JAKARTA, NASIONALPOS – Politisi PDI-P yang juga Ketua Dewan Pembina Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Adian Napitupulu, mengatakan tidak akan hadir dalam verifikasi 1 juta data KTP yang akan diadakan “Teman Ahok“, relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Teman Ahok mendukung Ahok maju lagi pada Pilkada DKI 2017.

Sebelumnya, Adian mengaku diundang oleh mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), I Gusti Putu Artha, yang saat ini bergabung dengan Teman Ahok untuk datang saat verifikasi 1 juta data KTP.

Aktivis mahasiswa di era reformasi yang juga anggota Komisi VII DPR, Adian Yunus Yusak Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2016)

Aktivis mahasiswa di era reformasi yang juga anggota Komisi VII DPR, Adian Yunus Yusak Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2016)

“Bagaimana mungkin saya membuang waktu selama lima atau enam jam hanya untuk duduk dan mendengar paparan dari kesimpulan cerita yang saya tidak ikuti langsung prosesnya setiap hari. Saya tidak mau buang waktu untuk menyaksikan pengujian yang dilakukan melalui telepon, karena sudah lama saya tidak lagi berminat bermain tebak-tebak buah manggis,” ujar Adian, Selasa (28/6/2016).

Baca Juga  Polisi dan Walikota Jakpus Diminta Tegas Terkait kasus Penyerangan Kantor P3SRS

Adian memberi saran kepada Teman Ahok agar verifikasi bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Adian menyebut, Teman Ahokbisa saja menyewa server yang bisa memudahkan seluruh masyarakat untuk mengakses verifikasi itu.

Hal itu akan lebih efektif dan menghemat pengeluaran dibanding dengan menyiapkan 4.000 relawan untuk memverifikasi 1 juta data KTP.

“Caranya gampang, sewa server lalu masukan nama, alamat, dan data lainnya pemilik KTP itu di internet sehingga bisa diakses oleh publik secara langsung. Dan seluruh pemilih di DKI bisa mencari apakah namanya tercantum atau tidak.

Baca Juga  Meski Belum Ada Hasil, PM Slovania Ucapkan Selamat Kepada Trump

Kalau kerahasiaan pendukung mau terjaga, masukan saja nomor KTP, RT RW dan keluarahannya. Setahu saya sewa server yang paling bagus dan kapasitas besar selama tiga bulan paling mahal hanya Rp 100 juta, ditambah biaya input Rp 200 per data. Cara iniTeman Ahok bisa menghemat sekitar Rp 4,1 miliar,” ujar Adian.

Teman Ahok sebelumnya mengatakan akan mengundang sejumlah orang yang meragukan pencapaian 1 juta data KTP yang diperoleh Teman Ahok.

Adian pernah mengatakan bahwa dirinya meragukan 1 juta data KTP Teman Ahok yang dinilai terlalu cepat terkumpul. Menurutnya, mustahil Teman Ahok bisa mengumpulkan 1 juta data KTP hanya dalam tempo Maret hingga Juni 2016.

(KOMPAS.com)

 

Share :

Baca Juga

Megapolitan

ITL Trisakti Siap cetak Generasi Milineal Berbasis STEM

Politik

KPU Ungkap 3 juta Lebih Pemilih Belum Miliki e-KTP

Megapolitan

MUI Jakarta Pusat Gelar Halal Bi Halal dan Rapat Kerja Tahunan

Top News

Ketum PPP Dicecar KPK soal Uang Rp1,4 Miliar di Rumah Wabendum PPP

Nasional

Kotjo Divonis 2 tahun 8 bulan, KPK Ajukan Banding

Headline

UU KPK Resmi Berlaku, Nyatanya KPK Belum Paham Isinya

Headline

DPR Minta Kemenag Tak Potong Dana BOS Madrasah

Headline

Luhut Larang Orang Dari Inggirs dan Australia Masuk Indonesia