AGRAK Desak PPATK Usut Transaksi Mencurigakan Kasus Korupsi BTS Kominfo Diduga Libatkan Politisi Nasdem

- Editor

Kamis, 2 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com, Jakarta- Meskipun kasus korupsi BTS Kominfo sudah menjadikan beberapa orang menjadi terdakwa, bahkan Jhonny G Plate mantan Menkominfo sudah di jatuhi vonis selama 10 Tahun, namun bukan berarti kasus tersebut selesai dan kemudian di peti eskan begitu saja, demikian di sampaikan Darul Muchlis Jubir Aliansi Gerakan Rakyat Anti Korupsi kepada awak media, Kamis, 2/5/2024 di Jakarta.

“Kami minta kasus korupsi pengadaan tower BTS Kominfo ini, harus berlanjut pengusutannya, karena masih ada temuan yang bisa jadi memunculkan tersangka baru.”ucap Darul Muchlis.

Menurutnya, kemungkinan adanya tersangka baru tersebut, terkait adanya dugaan keterlibatan politisi berinisial DIP menjabat sebagai Ketua DPP Partai Nasdem bidang Digital dan Siber, serta kedudukannya sebagai Tenaga Ahli Menkominfo dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan Tower BTS, yang bersangkutan sangat berpengalaman dibidang digital maupun pengadaan infrastruktur digital, selain itu menurut sumber dari internal partai Nasdem menyebutkan diduga adanya aliran dana dan juga adanya dugaan transkasi mencurigakan yang masuk ke kas DPP Partai Nasdem, adapun diduga adanya peran dari DIP dalam masalah transaksi mencurigakan tersebut.

“Nah terkait adanya dugaan transaksi mencurigakan tersebut, kami berinisiatif melaporkannya ke PPATK sebagai Lembaga negara yang berkewajiban menelusuri masalah tersebut.”tukas Darul

Lebih lanjut Darul mengatakan bahwa dirinya bersama aktivis milineal anti korupsi tergabung di Aliansi Gerakan Anti Korupsi, tidak akan kenal Lelah untuk menelusuri informasi tentang dugaan keterlibatan DIP dalam kasus Korupsi Tower BTS Kominfo, dengan harapan yang bersangkutan menjadi tersangka baru dalam kasus tersebut.

Baca Juga :   Pengamat: Duet Prabowo-Erick Dinilai Lebih Jelas Ketimbang Prabowo-Muhaimin

“ Kami sangat berharap PPATK proaktif menindaklanjuti pengaduan yang kami sampaikan, dengan segera memanggil dan memeriksa DIP mengenai adanya dugaan transaksi mencurigakan tersebut, untuk surat pengaduan beserta data informatif sudah kami kirim hari ini ke PPATK, semoga PPATK segera panggil dan periksa yang bersangkutan ”pungkas Darul Mucklis yang juga Koordinator  Laskar Muslimin Berantas Korupsi.

 

Loading

Berita Terkait

Cegah Bocornya Anggaran Pilkada DKI Jakarta 2024, Usai Pilkada Harus Ada Audit Internal & Ekternal
Sebagai Pihak Terkait, Desta Tak Hadiri Sidang Perdana Dugaan Asusila Hasyim Asy’ari
Heru Berpesan ke Pejabat yang Dilantik Untuk Tingkatkan Pelayanan
Pemprov DKI Jakarta Sediakan Posko Pengaduan PPDB Jakarta 2024 di Lima wilayah
ITDC Sebut Pengelolaan Sirkuit Mandalika Setara Hotel Bintang Lima
SYL Bantah Terima Durian Seharga Puluhan Juta
HNSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Untuk Kesejahteraan Nelayan
Rumah Mantan Pejabat Kementan Digeledah KPK

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:13 WIB

Cegah Bocornya Anggaran Pilkada DKI Jakarta 2024, Usai Pilkada Harus Ada Audit Internal & Ekternal

Rabu, 22 Mei 2024 - 21:27 WIB

Sebagai Pihak Terkait, Desta Tak Hadiri Sidang Perdana Dugaan Asusila Hasyim Asy’ari

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:55 WIB

Heru Berpesan ke Pejabat yang Dilantik Untuk Tingkatkan Pelayanan

Senin, 20 Mei 2024 - 22:54 WIB

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Posko Pengaduan PPDB Jakarta 2024 di Lima wilayah

Senin, 20 Mei 2024 - 22:35 WIB

SYL Bantah Terima Durian Seharga Puluhan Juta

Senin, 20 Mei 2024 - 22:28 WIB

HNSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Untuk Kesejahteraan Nelayan

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:56 WIB

Rumah Mantan Pejabat Kementan Digeledah KPK

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:49 WIB

Saka Tatal Akui Korban Salah Tangkap Kasus Vina

Berita Terbaru