Home / Politik / Top News

Jumat, 11 Mei 2018 - 19:05 WIB

Anggota Komisi I DPR RI : Hormati Keputusan DK PBB,Yerusalem Bukan Ibukota Israel

Nasionalpos.com,Jakarta — Amerika Serikat berencana akan memindahkan secara resmi kedutaannya ke Yerussalem, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan, rencana AS ini adalah sikap terkutuk dan tidak menghormati PBB serta Majelisnya sebagai kesepakatan negara dunia.

Kharis juga mengingatkan bahwa Yerusalem bukanlah milik Israel apalagi AS, sehingga Negeri Paman Sam juga tidak berhak untuk memutuskan apakah Yerusalem menjadi bagian dari Israel atau bukan.

“Siapa yang memberi AS hak untuk memutuskan bahwa Yerusalem adalah bagian dari Israel? Yerusalem bukan milik AS. Hormati PBB  dan hentikan langkah anda Trump !!!” tegas Kharis saat ditemui nasionalpos.com di Gedung DPR RI, Jumat (11/5/2018).

Seperti diketahui bahwa Desember lalu, pemungutan suara di sidang darurat Majelis Umum PBB, mendapati 128 termasuk Indonesia, menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Baca Juga  Belum Sempat Aksi, Polisi Amankan Ratusan Pendemo 1812

Langkah sepihak Presiden Trump dengan mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv, jelas mengganggu perdamaian dunia yang selama ini diperjuangkan Amerika.

“Ketika AS  benar-benar akan meresmikan Kedubesnya di Yerussalem pada 14 Mei besok, ini langkah awal kehancuran bagi perdamaian yang Amerika  sendiri penggagasnya, perlawanan akan  semakin masif, semua negara Islam bersama Palestina dan 128 negara yang lain juga, Amerika harus menghentikan langkahnya,” tegas politisi dari Fraksi PKS ini.

Dia juga mengatakan, “Saya mengutuk dan mengecam langkah Amerika Serikat yang tidak menghormati putusan Sidang Darurat Majelis Umum PBB, bagaimana kami akan menghormati langkah anda jika anda tidak menjalankan dan menerima keputusan seakan kami 128 negara tidak ada,” tegas Kharis.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 Di Indonesia, Minggu (5/7/2020)

Yerusalem atau Al-Quds di Palestina merupakan salah satu tanah suci ummat Islam, negara-negara Timur Tengah dan juga negara-negara Islam akan selalu menempatkan Palestina sebagai perhatian utama dalam kebijakan luar negeri. Sesuai pembukaan UUD 1945 Indonesia akan selalu di depan dalam mewujudkan perdamaian dunia dan kemerdekaan suatu bangsa. Indonesia akan menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai arus isu utama dalam kebijakan luar negeri karena senafas dengan konstitusi.

“Sejengkal pun kami takkan pernah mundur memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menjadikan Al-Quds atau Yerusalem sebagai ibu kotanya, selama nafas masih dikandung badan selama itu pula NKRI akan memperjuangkan Kemerdekaan Palestina,” tutup Kharis. (cep)

Share :

Baca Juga

Headline

Update Corona (15/4/2020) Jumlah Pasien 5.136 Orang Dan Meninggal Menjadi 469 Orang

Ekonomi

Sebanyak 9.750 Orang Tinggalkan Jakarta Gunakan Kereta

Politik

Potensi Konflik Pilpres 2019 Bukan Karna Konstestasi Ideologis

Nasional

Perda Urbanisasi Untuk Solusi Pengendalian Kepadatan Penduduk di Jakarta

Headline

Gerindra Kutuk Perusakan Musala di Minahasa

Headline

Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar Akhirnya Ditahan KPK Terkait TPPU

Politik

KPU Nyatakan Hanya Sembilan Caleg Hanura Yang Penuhi Syarat

Ekonomi

Wamen ATR/Waka BPN: Reforma Agraria Sebagai Pilar Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi