Home / Headline / Megapolitan / Top News

Senin, 13 April 2020 - 19:56 WIB

Anies Akan Cabut izin Usaha Perusahaan Pelanggar PSBB

Nasionalpos.com, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta akan menutup tempat usaha yang nekat menjalankan aktivitasnya di tengah pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10, hanya ada 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyatakan dalam tiga hari pertama penerapan PSBB jalanan menjadi lebih lengang. Itu tak lepas dari tanggal merah, dan libur akhir pekan. Namun, hari ini,  melihat pergerakan dari luar ke jakarta masih cukup padat.

Salah satu factor masih ramainya pergerakan dari luar Ibukota lantaran masih ada perusahaan yang tetap melakukan kegiatan di kantor. Karena itu, Anies menegaskan akan menindak pihak perusahaan yang bandel membuka usaha saat penerapan PSBB.

Baca Juga  Perbaikan 15 Jalan di Wilayah Kota DKI Jakarta Rampung Juni

“Bisa berbentuk evaluasi izin usaha. Bila berulang, kita bisa cabut izin usahanya,” tegas Anies saat jumpa pers d Balaikota, Senin (13/4/2020).

Anies menjelaskan, memang tidak semua usaha yang diwajibkan melakukan kegiatan usaha dari rumah. Hal itu sesuai Pergub 33/2020 pasal10 yang berbunyi ada 11 sektor usaha yang dikecualikan. Diketahui, ke – 11 sektor yang dikecualikan tersebut adalah kesehatan; bahan pangan/ makanan/ minuman; energi; komunikasi dan teknologi informasi; keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  Rekaman Pertemuan Mahathir Dengan PM Malaysia Bahas Koalisi Bocor

Kenyataannya, hingga saat ini masih banyak perusahaan yang bandel di luar sebelas sektor itu menjalankan aktivitasnya. Ia berharap ke depannya tak ada lagi yang melawan aturan dalam PSBB.

“Pemprov DKI akan melakukan evaluasi di luar sektor yang dikecualikan. Karena itu kami berharap segera ditaati,” terangnya.

Anies menekankan aturan dalam PSBB itu dibentuk semata-mata untuk menurunkan angka penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Ibu Kota.

“Ini untuk melindungi segenap bangsa khususnya masyarakat di Jakarta. Aparat kita akan terus menegur dan mengingatkan,” ujar Anies. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Dua Pekan Lockdown, Selandia Baru Mampu Tekan Virus Corona

Headline

Menkumham Bantah Jaksa Agung Soal Soal Keberadaan Joko Tjandra di Indonesia

Ekonomi

Pemerintah Didesak Tindak Garuda Indonesia dan Batik Air

Top News

Pansus Angket tak Berniat Lemahkan KPK

Megapolitan

Ratusan Hektar Lahan Pemprov DKI Jakarta Dikuasai Warga

Headline

Polisi Mengaku Jasad 6 Laskar FPI Ada di RS Polri Kramatjati, Jaktim

Nasional

KPK Sebut Menag Terima Rp10 Juta Terkait Suap Jabatan

Headline

Manuver China Bikin Indonesia Kewalahan di Laut China Selatan