Home / Politik / Top News

Minggu, 18 Februari 2018 - 18:44 WIB

Anies Dilarang Dampingi Jokowi, Tapi Ahok Boleh

Nasionalpos.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal larangan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden Jokowi untuk memberikan selamat kepada Persija Jakarta dan Bali United di final Piala Presiden.

Peristiwa itu terekam dalam video amatir yang diunggah oleh pemilik akun Facebook, Ali Ghuraisah hari ini, Minggu (18/2/2018) sekitar pukul 11.30 WIB.

Usai laga final Piala Presiden yang dimenangkan oleh Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/2/2018), terlihat Anies hendak turun ke lapangan bersama rombongan Presiden, namun ditahan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Anies pun akhirnya kembali ke kursinya.

Baca Juga  Mulai Sabtu (3/7/2021) PPKM Jawa – Bali Berlaku, 28 Titik Pintu Masuk Jakarta Ditutup

Fadli menilai hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi. Sebab, Gubernur DKI adalah tuan rumah dari acara dan yang berlaga adalah tim dari Ibukota. Jadi sangat wajar jika Anies selaku Gubernur DKI mendampingi Presiden Jokowi memberikan selamat kepada Persija sebagai pemenang.

Fadli membandingkan, saat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang bisa mendampingi Presiden Jokowi memberikan hadiah kepada tim pemenang Piala Presiden saat itu.

Selain itu, lazimnya setiap acara Gubernur kerap mendampingi Preisden. Misalnya, saat Presiden hendak bertolak ke luar negeri itu selalu dilepas oleh Gubernur DKI.

Baca Juga  Mayoritas Pengguna Sosmed Pilih Anies - Sandi

Karena itu, Fadli mengaku heran dengan insiden tersebut. “Tanya tuh Pak Jokowi, kenapa enggak diajak begitu lho? Cukup mengherankan juga. Kan gubernur bagian dari tuan rumah juga ya. Jadi, tanya aja kenapa?” tutur Fadli saat ditemui di Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Menurutnya, semestinya hal itu tidak perlu terjadi jika masalahnya hanya soal perbedaan sikap politik. Meski Anies tidak didukung Jokowi lantaran berbeda partai, harusnya hal itu  diabaikan dalam momen seremonial.

“Biasa ajalah, ya seharunysa biasa saja, dikaitkan dengan kewajaran. Dan jangan karena tidak didukung Pak Jokowi pada waktu itu diabaikan,” imbuhnya. []

 

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Parkir Gate di RPTRA Kalijodo Resmi Dioperasionalkan

Headline

Gugatan Alih Status Pegawai KPK Ditolak MK

Ekonomi

Ini 9 Langkah Jokowi Atasi Perlambatan Ekonomi

Headline

Ketum PDIP Pertanyakan Sumbangsih Mahasiswa Terhadap Negara

Headline

Jepang Tambah Jet Tempur, Singkirkan China Yang ingin Mendekati Pulau Sengketa

Headline

Usai Dilantik, Biden Gelar Kapal Induk di Laut China Selatan

Headline

Tolak Uji Materi Perppu Corona, Hakim Nyatakan Ada Kerugian Konstitusional

Ekonomi

Mantan Dirut PT Inti Menjadi Dirut Garuda