Home / Headline / Megapolitan / Top News

Senin, 13 April 2020 - 20:14 WIB

Anies Jangan “Lindungi” Kasudin SDA Jaktim yang Diduga Terlibat Suap

Nasionalpos.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Gubernur DKI Jakarta tidak tegas menindak bawahannya yang diduga terlibat kasus suap, Contohnya, Santo masih tetap bercokol Kasudin Sumber  Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Padahal Santo ditengarai terlibat kasus suap terkait proyek Refungsionalisasi Kali/Sungai dan Penghubung (PHB) di Jakarta Barat Tahun Anggaran 2016.

“Anies tidak tegas ke bawahannya. Kalau mau menciptakan pemerintaha yang bersih, maka Anies harusnya tegas terhadap bawahan yang diduga terlibat korupsi. Jangan malah dipertahankan atau dilindungi, seperti Kasudin SDA Jaktim bernama Santo yang tetap menjabat sampai sekarang,” tandas Uchok kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Baca Juga  Ini Penjelasan Dirjen Imigrasi Soal TKA China Bisa Masuk Saat PPKM Darurat

Menurut Uchok, untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa di lingkungan Pemprov DKI jangan hanya sebatas slogan. Bahkan, jika Anies mempertahankan Santo sebagai kasudin, maka dikhawatirkan akan muncul kecurigaan masyarakat bahwa Anies tidak tegas.

“Anies bias dinilai tidak tegas bahkan membiarkan kebobobrokan terjadi. Ini tentu kerugian buat Anies sendiri. Ini jelas bias merusak citra pemprov DKI yang saat ini dipimpin Anies,” imbuh Uchok.

Seperti diketahui, dalam kasus Korupsi Refungsionalisasi Kali/Sungai dan Penghubung (PHB) di Jakarta Barat TA 2016 telah menghasilkan vonis penjara bagi beberapa Pejabat Lingkup Kantor Walikota Jakarta Barat  yang didakwa telah menerima Suap/Gratifikasi.

Baca Juga  Ini Struktur Baru Organisasi KPK

Untuk itu,  Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Fahzal Hendry dan dua hakim anggota Sahlan Effendy dan Sukartono telah merekomendasikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jakarta Barat untuk Menetapkan Santo (saat itu menjabat Kasie Sudin SDA Jakbar) sebagai Tersangka dalam sidang kasus korupsi tersebut, Pasalnya, Santo dianggap berperan sebagai pemberi suap.

Anehnya,  sampai saat ini pihak Kejati Jakarta Barat tidak menindaklanjuti rekomensasi Hakim Ketua tersebut. Bahkan, Santo justru diangkat menjadi Kasudin SDA Jakarta Timur oleh Gubernur DKI Jakarta. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Pemerintah Perpanjang Kebijakan Kerja Dari Rumah PNS Hingga 29 Mei 2020

Headline

Update Corona (6/6/2020) Jumlah Pasien Positif 30.514 Orang Dan Meninggal Menjadi 1.801 Orang

Megapolitan

Sandiaga Uno Kaji Kebijakan Pelarangan Motor di Jalan Protokol

Headline

Ini Empat Poin krusial Revisi UU KPK

Headline

MPR Desak KPK Tuntaskan Kasus Mangkrak Soal Pemda Beli Lahan Sendiri

Headline

Jokowi Reshuffle Kabinetnya, Internasional Sorot Mantan Menteri Yang Diciduk KPK

Ekonomi

Temui Mentan SYL, Bupati Bulukumba Bahas Program Peningkatan Produksi Hingga Ekspor

Headline

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Kembali Didakwa Suap Rp500 Juta dari Gubernur Papua Barat