Home / Top News

Selasa, 31 Januari 2017 - 22:33 WIB

Anies – Sandi Laporkan Pendemo KPK

JAKARTA, NasionalPos – Kubu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno geram dengan tudingan korupsi yang dilontarkan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad).

Tim kuasa hukum Anies – Sandi, Agus Surya Prayitno Otto pun langsung melaporkan koordinator presidium Haris Pertama ke Markas Polda Metro Jaya. Pasalnya, Haris diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Anies.

Agus mengatakan, laporannya ke polisi karena tuduhan yang disampaikan Haris saat unjuk rasa di KPK yang menuding Anies korupsi Rp5 miliar pada 2012. Padahal, saat itu Anies bukanlah pejabat public, melainkan Rektor Universitas Paramadina

Baca Juga  Ini Upaya Anies Tekan Angka Kematian Covid-19 di Ibukota

“Dasar laporan kami, karena dia menuduh Anies menerima Rp5 miliar dan menyatakan tahun 2012, sedangkan tahun itu Anies bukan pejabat publik tapi Rektor Universitas Paramadina,” tegas Agus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Laporan tersebut telah diterima dengan LP/526/I/2017/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 31 Januari. Selain itu, juga diserahkan barang bukti yang disertakan adalah foto di lokasi kejadian, press release dan screenshoot berita di media online yang mengutip omongan yang bersangkutan.

Dalam laporan itu, Haris dijerat dengan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan atau Fitnah.

Kamerad berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Senin(30/1/2017). Mereka mendesak KPK mengusut kasus dugaan korupsi proyek VSAT (Very Small Aperture Terminal) atau , komunikasi jarak jauh berbasis satelit yang menyerat nama Anies.

Baca Juga  Dinilai Netral, Kapolri Dianugerahi Mawar Merah Putih Oleh Forum API

Haris mengatakan, salah satu bukti yang menunjukkan indikasi korupsi adalah bukti transfer sebesar Rp5 miliar dari pemenang tender proyek, Yudi Setiawan kepada adik Anies, Abdillah Rasyid Baswedan. Dalam bukti transfer itu disebutkan fee untuk proyek VSAT.

Menurutnya, saat itu Anies menjabat sebagai Ketua Komite Etik KPK, selain sebagai Rektor Paramadina. Haris menduga, uang itu sebenarnya ditujukan kepada Anies. Sementara, Abdillah hanya sebagai makelar. (boi)

Share :

Baca Juga

Nasional

Sudin Perumahan Jaktim Era Ahok Bangun RPTRA Tahap IV Rp 30 Miliar

Hukum

Menkopolhukam Minta KPK Tunda Tersangkakan Sejumlah Calon Kepala Daerah

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (12/6/2020)

Headline

Pemilih Tinggalkan Prabowo dan Beralih ke Sandi

Headline

Gara-Gara Tak Pakai Masker, Wakil PM Australia Didenda Rp2,1 Juta

Nasional

Anak buah Subedjo Ditangkap Pesta Sabu di Sudin Pemadam Jaktim

Megapolitan

LHP BPK APBD Provinsi DKI Jakarta 2018 Peroleh Opini WTP

Headline

Ini Jadwal Penerimaan Bansos Selama PSBB di DKI Jakarta