Home / Politik / Top News

Selasa, 14 Februari 2017 - 18:28 WIB

Antasari Main Politik, SBY Difitnah

SBY dan Antasari

SBY dan Antasari

JAKARTA, NasionalPos – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tudingan Antasari mengenai keterlibatan dirinya dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen memiliki motif politik.

Hal itu dilontarkan SBY menanggapi pernyataan Antasari Azhar melalui Twitter.

SBY menyampaikan sejumlah komentarnya melalui akun Twitter @SBYudhoyono sejak pukul 17.00 WIB.

Ketua umum DPP Partai Demokrat ini telah memprediksi hal ini sebelumnya, bahwa dirinya akan diserang oleh lawan politik.

“Yang saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kepada Antasari punya motif politik dan ada misi untuk serang dan diskreditkan saya (SBY) *SBY*” tulisnya di Twitter.

SBY menambahkan, pernyataan Antasari siang ini tak lepas dari momen pemilihan gubernur DKI Jakarta, di mana putranya Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon gubernur nomor urut satu.

Menurutnya, tujuan Antasari menyerang dirinya agar pasangan calon Agus Harmurti Yudhoyono dan Sylviana Murni kalah dalam Pilkada Jakarta. Dia menilai Antasari dan para aktor politik di sekelilingnya berusaha mempengaruhi pemilih pada hari pemungutan suara 15 Februari, besok.

Baca Juga  Pemerintah Mengaku Penyitaan Aset BLBI Terkendala di Luar Negeri

“Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah dan tuduhan keji terhadap saya *SBY*” kata SBY.

SBY pun mengeluh selama ini selalu diserang dan difitnah. SBY merasa nama baiknya dihancurkan sejak tahun lalu, ketika putranya maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta.

“Apa belum puas terus memfitnah dan hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur dan kalah *SBY*” tulisnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar melaporkan dugaan kriminalisasi dirinya dalam kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjara Nasrudin Zulkarnaen 2009 silam.

Antasari mendatangi Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Baca Juga  PAN Terpecah, Apakah ada Matahari Kembar?

Dalam laporannya, Antasari menyatakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui kriminalisasi terhadap dirinya. ”Ini yang saya laporkan pagi ini ke Bareskrim, saya minta pak SBY Jujur, terbuka lah pada publik, terbuka lah pada kita semua, saya sudah ngalamin penjara delapan tahun,” ujarnya.

Antasari lantas meminta SBY, untuk mengungkapkan siapa yang diperintahkan dan apa yang dilakukannya untuk merekayasa kasus tersebut. Untuk itu, ia meminta agar SBY jujur dalam mengenai perkara yang menimpanya.

”Saya mohon hari ini kepada beliau, apa yang beliau lakukan, beliau perintahkan siapa, dan siapa melakukan apa, dan siapa yang melakukan apa itu?” katanya.

Antasari menambahkan, dugaan keterkaitan SBY dalam kasusnya berawal dari SMS untuk segera memproses pembunuhan Nasrudin. (rid)

 

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Pemprov DKI Jakarta Galakkan Program Kampung Iklim

Ekonomi

Cegah PHK, Pengusaha Tekstil Minta Modal Kerja Ke Pemerintah

Nasional

Dewan Pesta Anggaran Di Atas Penderitaan Rakyat Jakarta

Headline

Sebut Wanita Hamil Akibat Berenang, Sitti Hikmawati Dicopot Dari Komisioner KPAI

Headline

Update Corona (16/6/2020) Jumlah Pasien Positif 40.400 Orang dan Meninggal Menjadi 2.231 Orang

Megapolitan

Jasa Marga “Ongkosin” 46.789 Penumpang Transjakarta dan KRL Commuterline

Ekonomi

Pemerintah Pusat Janji Kucurkan Dana Rp12,4 Triliun Kepada Pemda Untuk Atasi Corona

Nasional

Meikarta Tanpa IMB dan Amdal, James Riady Minta Maaf