Home / Nasional / Top News

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 18:21 WIB

Apa Kabar Kasus Papa Minta Saham? Kejagung Gagal “Tangkap” Reza Chalid

Jakarta,NasionalPos — Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan, pihaknya sulit melanjutkan kasus ‘Papa Minta Saham’ yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

Prasetyo beralasan, pihaknya kesulitan mencari alat bukti baru untuk kasus tersebut, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan rekaman tidak bisa dijadikan sebagai barang bukti dalam persidangan.

Padahal, menurut Prasetyo, rekaman yang memuat pembicaraan perbincangan tentang saham Freeport antara Presiden PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, Setya Novanto, dan pengusaha Riza Chalid tersebut, merupakan satu-satunya alat bukti.

Baca Juga  KontraS Nilai Penembakan 6 Laskar FPI Pelanggaran HAM

“Kan sudah ada putusan MK juga, beberapa hal yang rencana kita jadikan alat bukti ternyata oleh MK dinyatakan masih menjadi perdebatan. Setelah jadi putusan MK, kita enggak bisa apa-apa,” ujar Prasetyo kepada wartawan di
Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (27/10/2017).

Prasetyo mengungkapkan, saat ini pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kasus tersebut.

“Rekaman kan tidak bisa dinyatakan sebagai alat bukti oleh MK, ya mau apa lagi,” tambah Prasetyo.

Setya Novanto diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dalam perbincangan tentang saham Freeport antara Presiden PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, Setya Novanto, dan pengusaha Riza Chalid.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Selasa (1/9/2020)

Hal tersebut dilaporkan Menteri ESDM saat itu, Sudirman Said, yang melaporkan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Kejaksaan Agung sempat menjadikan rekaman itu sebagai bahan penyelidikan.

Ini yang membuat Setya mengajukan uji materi atas Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, bahwa hasil penyadapan perorangan tidak bisa digunakan sebagai bahan penyidikan, karena melanggar hak asasi.[]

Share :

Baca Juga

Ekonomi

DPD FSP KEP KSPSI 1973 DKI Jakarta Dukung Kartu Pekerja Anies

Headline

Jokowi Tolak Penundaan Pilkada Di Tengah Pandemi C-19

Headline

Update Corona (7/4/2020) Jumlah Pasien 2.738 Orang Dan Meninggal Menjadi 221 Orang

Headline

Aliansi Masyarakat Timur Desak Jokowi Pecat Aparat Yang Diduga Rasis

Headline

Aspri, Sopir Dan Putera Menpan-RB Positif Terpapar Virus Corona

Nasional

Komisi VI DPR RI Tolak Penyertaan Modal Negara untuk PT KAI

Headline

Update Data Corona (8/1/2021) Jumlah Pasien Positif 808.340 Orang dan Meninggal 23.753 Orang

Headline

Warga dan FKDM Kecamatan Tanjung Priok Dukung Penataan Sunter