Home / Headline / Internasional / Top News

Senin, 6 April 2020 - 19:33 WIB

AS Dituduh Bajak Masker Corona

Nasionalpos.com, Jakarta – Pejabat Jerman dan Prancis menuduh Amerika Serikat membajak pembelian masker dan pasokan medis untuk menangkal virus corona dengan cara menawarkan harga lebih tinggi.

Pada hari Jumat, beberapa Pejabat di Berlin menuduh AS telah mencegat pengiriman peralatan medis dari Thailand oleh perusahaan pemasok medis Amerika 3M, dan mengalihkan peralatan tersebut ke AS.

Surat kabar Jerman Der Tagesspiegel seperti dikutip dari npr.org, melaporkan bahwa Menteri Dalam Negeri Jerman menyebut dugaan intersepsi AS sebagai ‘pembajakan modern’.

Sementara itu pejabat Prancis juga menuding AS telah mengalihkan pengiriman masker medis dari Shanghai yang awalnya ditujukan untuk mereka.

Menurut The Guardian, pejabat tersebut mengatakan AS menawarkan harga yang jauh lebih tinggi untuk membeli pasokan masker tersebut.

Tuduhan-tuduhan itu juga dilatarbelakangi lonjakan permintaan peralatan medis seperti masker dan penutup wajah di AS, terutama setelah rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit meminta semua orang Amerika mengenakannya di tempat umum.

Baca Juga  Kapolri Sebut Satu Orang Meninggal Saat Aksi Depan Gedung DPR

AS sendiri dengan tegas membantah tuduhan mengalihkan pasokan dari negara lain. Namun, Presiden AS Donald Trump sendiri telah mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk memprioritaskan pesanan Negeri Paman Sam dengan menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan.

Pada hari Kamis (2/4/2020) lalu, Trump juga memerintahkan 3M untuk menghentikan ekspor masker N95 ke Kanada dan Amerika Latin.

“Kami memperingati 3M dengan keras hari ini setelah melihat apa yang mereka lakukan dengan masker mereka,” cuit Trump melalui Twitter.

Pada Jumat (3/4/2020) pagi, 3M kemudian membalas, memperingatkan pemerintah AS atas dampak implikasi kemanusiaan apabila AS memutuskan untuk mengakhiri pengiriman ke Kanada dan Amerika Latin.

Sebagai pemasok penting respirator, 3M mengaku khawatir kemungkinan negara lain akan membalas dengan mengurangi jumlah keseluruhan respirator yang diekspor ke AS.

Hal tersebut menjadi kenyataan. Diketahui, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah memberi imbauan penghentian ekspor medis dari Kanada ke AS pada hari Jumat (3/4/2020).

Baca Juga  Ada Alat Berat di Pulau Komodo, Pemerintah Bantah proyek ‘Jurassic Park’

“Ini akan menjadi kesalahan (AS) untuk membuat penyumbatan atau mengurangi jumlah perdagangan bolak-balik barang dan jasa penting, termasuk barang medis,” kata Trudeau.

Saat ini seluruh negara di dunia menyerukan penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) di tengah penyebaran pandemi Covid-19.

Sebelumnya, WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya untuk orang sakit dan orang yang merawat pasien. WHO menyatakan masker bedah harus disediakan untuk petugas medis, sementara masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain untuk menutup wajah.

“Kami melihat keadaan di mana penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain di tingkat masyarakat dapat membantu untuk merespons penyakit ini,” ujar Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Michael Ryan, dikutip Sabtu (4/4/2020).

Sejauh ini, ada lebih dari 1,2 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia dan lebih dari 69 ribu kematian akibat virus tersebut. AS memiliki kasus terbanyak secara global, dengan Jerman dan Prancis yang masing-masing berada pada posisi keempat dan kelima dalam jumlah kasus tertinggi. (CNN Indonesia.com)

Share :

Baca Juga

Headline

HUT GL-Pro 08 ke-11, Komitmen Kawal Anies Sampai Istana

Megapolitan

Tiga Raperda akan dibahas di DPRD DKI Jakarta

Megapolitan

Rawan Narkotika, FKDM Ajak BNN Tes Urine Peserta DWP

Politik

TKN Jokowi-Ma’ruf : Berita Bohong Ratna Sarumpaet,di duga Langgar Aturan Kampanye

Headline

Divonis Lebih Berat, Idrus Marham Siap Kasasi

Headline

BPOM Tegaskan Penggunaan Klorokuin dan Hidroksiklorokuin Untuk Covid-19 Harus Pengawasan Dokter

Headline

Sebar Hoaks, Ratusan Akun Medsos Ditutup

Megapolitan

Ahok Mengaku Belum Bisa Atasi Banjir