Home » Nasional » daerah » Banyak Nemo Menggemaskan, Konservasi Carita Banten Dipadati Wisatawan

Banyak Nemo Menggemaskan, Konservasi Carita Banten Dipadati Wisatawan

dito 14 Apr 2024 231

NasionalPos.com, Pandeglang, Banten- Musim libur Lebaran Idulfitri 2024, mungkin menjadi salah satu liburan terpadat di Kawasan Pantai Carita, Pandeglang setelah pandemi Covid-19. Sejak satu hari setelah lebaran, kawasan eksotis ini sudah dipadati ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Sampai hari ketiga pascaLebaran, hampir tidak ada ruang  nganggur atau tidak terisi di sepanjang Carita. Berbagai titik pantai di kawasan ini sudah dipenuhi wisatawan sejak pagi hari.

Di balik eksotisme Pantai Carita, ada satu spot tidak boleh dilewatkan bila berkunjung ke sini, yaitu wisata Keramba Konservasi. Destinasi di Desa Sukarame, Pandeglang, Banten, ini, mengajak wisatawan menikmati laut di atas keramba apung.

Dikelola Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL), objek wisata ini menawarkan sensasi berwisata yang berbeda. Selain bisa menikmati laut lepas di atas keramba apung, wisatawan juga bisa merasakan keindahan bawah laut Carita.

Baca Juga :  Di Seminar Nasional Bedah Peristiwa G 30S/PKI, Muncul Ungkapan Hentikan Perpanjangan Dendam Masa Lalu

Melalui snorkeling, pengunjung bisa memberi makan banyak ikan nemo yang cantik menggemaskan. Selain itu, wistawan juga bisa belajar transplantasi terumbu karang.

Ketua Kelompok KABL Arip menyatajan, di musim libur Lebaran kali ini menerima banyak kunjungan wisatawan ingin menikmati berenang di tengah laut. Sebagian besar mereka adalah wisatawan berasal dari pantai umum di sekitar Keramba Konservasi.

“Wisata di keramba sendiri itu rata-rata yang ada di (Pantai) Lagundi, Pasir Putih, atau Karangsari. Mereka dihantar melalui Banana Boat, kegiatannya snorkeling atau hanya selfie atau sekadar kasih makan ikan,” katanya, Minggu (14/4/2024).

Arip menyebut, ada tiga keramba apung disediakan dengan masing-masing ukuran 7×6 meter sebanyak 2 unit dan 1 unit berukuran 5×5 meter. Setiap hari sejak H+1 Lebaran, ketiga keramba apung itu selalu dipenuhi wisatawan, rerata mencapai 1.000 orang.

“Aktivitas wisata tidak dibatasi, tapi ketika memang full kita tidak menerima, gitu. Dari catatan kami, minimal 1.000 per hari,” ucap Arip.

Baca Juga :  Tarif MRT, LRT dan Transjakarta Rp 1 pada 22 dan 23 Juni 2024

Untuk menikmati wisata keramba apung ini, wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp15.000, dengan ketentuan satu kelompok berisi tujuh orang. Biaya yang didapat itu, nantinya digunakan kembali untuk kegiatan konservasi ekosistem bawah laut.

Arip menyebut, sampai H+3 lebaran tahun ini, animo wisatawan  berkunjung ke Keramba Konservasi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa minat wisatawan mengetahui konservasi alam bawah laut Carita sudah lebih besar.

Meski begitu, ia menyadari, belum seluruh wisatawan berkunjung ke keramba apung memiliki kepedulian terhadap konservasi alam bawah laut. Diperkirakan dari 1.000 kunjungan per hari, 40 persen di antaranya tertarik dengan alam bawah laut Carita dengan snorkeling.

“Sisanya banyak yang hanya ingin selfie, berenang biasa. Ada juga melihat ikan dari atas,” ucap Arip.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sentuhan Perubahan Irwan Hakim: Membangun Gunung Kemala Melalui Musyawarah dan Transparansi

Taufik Hidayat

20 Okt 2026

Pesisir Barat — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Peratin (PilPeratin) Kabupaten Pesisir Barat yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026, suasana demokrasi mulai terasa di tengah masyarakat kabupaten Pesisir Barat, termasuk di Pekon Gunung Kemala, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Selasa (20-10-2026). Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam kontestasi tersebut adalah Irwan Hakim, calon …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Beri Motivasi dan Edukasi, Waka Polres Pesisir Barat Pimpin Upacara Bendera di MAN 1 Pesisir Tengah

Taufik Hidayat

19 Okt 2026

Pesisir Barat – Dalam rangka pembinaan generasi muda dan pencegahan kenakalan remaja, Polres Pesisir Barat melaksanakan kegiatan menjadi Pembina Upacara di MAN 1 Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, pada hari Senin (19/10/2026) Pukul 07.30 WIB. Kegiatan upacara bendera tersebut dipimpin langsung oleh Waka Polres Pesisir Barat *Kompol Sugeng Sumanto, S.E., M.H.* sebagai Pembina Upacara, didampingi …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

KNPI Kota Padang Sukses Gelar RAPIMPURDA XVI, Matangkan Persiapan Musda

Zulwandi

18 Okt 2026

Padang, Nasionalpos.com — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (RAPIMPURDA) XVI pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Padang tersebut berjalan lancar dan dihadiri oleh pengurus KNPI Kota Padang, perwakilan KNPI Sumatera Barat, serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. RAPIMPURDA XVI …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

x
x