Home / Headline / Nasional / Politik / Top News

Jumat, 27 September 2019 - 20:57 WIB

BEM UMJ Tantang Jokowi Dialog di Ruang Terbuka

Ketua BEM UMJ, Dheden Pertama

Ketua BEM UMJ, Dheden Pertama

Nasionalpos.com, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) memilih untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana ketimbang bertemu Presiden Jokowi. BEM UMJ menantang Jokowi berdialog di ruang terbuka.

Ketua BEM UMJ, Dheden Pertama menegaskan sikapnya untuk menjaga kemurnian perjuangan mahasiswa bersama rakyat untuk menegakkan demokrasi dan hukum di Indonesia.

“Terima kasih pemerintah telah menyatukan gerakan mahasiswa dengan masalah bangsa saat ini. Kami tak pernah menolak bertemu Presiden, tapi kalau mau dilakukan di tempat terbuka. Dimana, semua bisa menyaksikan dan diliput media massa agar tidak ada isu-isu negatif yang bisa menodai perjuangan kami bersama rakyat. Kami mahasiswa tak akan pernah menghianati keyakinan apalagi menjual idealisme,” tegas Dheden kepada wartawan di depan Istana, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Baca Juga  Biden Akan Langsung Cabut Larangan Masuk Bagi Negara Muslim Ke AS

Penolakan Dheden bertemu Jokowi itu disampaikan menyikapi ajakan Jokowi untuk bertemu perwakilan mahaiswa di dalam Istana.

“Pak Jokowi kalau ingin bertemu sebaiknya ditempat terbuka saja. Supaya masyarakat semua tahu apa yang kita bicarakan, agar tidak terjadi negoisasi, untuk tidak mengkhianati gerakan hari ini,” terang Dheden yang datang ke depan Istana dengan ratusan massa BEM UMJ.

Massa BEM UMJ di Depan Istana Presiden

Dheden melanjutkan, sebenarnya ruang dialog sudah pernah disampaikan ke parlemen beberapa waktu lalu sebelum aksi, namun kurang mendapat perhatian. Meskipun, akhirnya anggota DPR menerima perwakilan mahasiswa di parlemen saat ribuan mahasiswa menggeruduk DPR RI pada Senin (23/9/2019) lalu.

Baca Juga  Utang Numpuk, Bulog Jual Beras ke TNI/Polri dan ASN

“Jadi, kalau mahasiswa dianggap tak mau dialog, maka itu juga kurang fair. Kami sudah bertemu anggota DPR, itupun saat kami yang desak saat aksi kemarin. Tapi, hasilnya yak sesuai tuntutan kami,” jelasnya.

Menurutnya, yang diinginkan mahasiswa saat ini bukanlah sebuah negoisasi. Ia menegaskan bahwa Jokowi harus mengambil sikap yang tegas terhadap beberapa tuntutan yang menjadi isu bersama hari ini. Diantaranya, soal UU KPK dan RUU KUHP yang harus dibatalkan.

“Secara sederhana tuntutan kami tidak ingin dilemahkan dengan agenda pertemuan dengan Jokowi, tapi kami ingin tuntutan kami didengarkan. Batalkan UU KPK yang sudah disahkan DPR serta batalkan juga RUU KUHP, bukan ditunda,” pungkas Dheden. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Setelah Dijemput di Rumahnya, Azis Diperiksa KPK

Headline

Update Data Corona (25/9/2021) Jumlah Pasien Positif 4.206.253 Orang dan Meninggal 141.381 Orang

Ekonomi

AS Ancam Indonesia Soal Fasilitas Tarif Preferensial

Nasional

Debat Pilpres 2019 Lima Kali Mulai 17 Januari

Megapolitan

Soal Raperda Reklamasi, Anies Tak Taat Aturan

Headline

Haris Azhar Disomasi Luhut Soal Bisnis Tambag di Papua

Headline

MA Tetapkan Aturan, Korupsi Di Atas Rp100 M Dapat Dipidana Seumur Hidup

Headline

AS Anggap China Ancaman Keamanan Terbesar