Home / Headline / Internasional / Top News

Minggu, 26 September 2021 - 22:08 WIB

Biksu di Myanmar Beraksi Tolak Kudeta Militer

Pasukan junta militer Myanmar

Pasukan junta militer Myanmar

NasionalPos.com, Jakarta – Puluhan biksu Buddha pro-demokrasi di Myanmar menggelar aksi turun ke jalan di Kota Mandalay untuk menentang kudeta militer, Sabtu (25/9/2021). Demonstrasi ini bertepatan dengan peringatan 14 tahun aksi massa yang dipimpin biksu sebelumnya.

Puluhan biksu tersebut mengenakan jubah oranye terang dan merah tua. Mereka berbaris sambil mengibarkan bendera dan spanduk serta melemparkan pita warna-warni ke udara.

“Para biksu yang mencintai kebenaran berdiri di pihak rakyat,” kata seorang pemimpin protes seperti dilansir dari AFP.

Para biksu meneriakkan pembebasan tahanan politik termasuk Aung San Suu Kyi, yang menang telak dalam pemilihan November 2020.

Beberapa biksu juga membawa mangkuk sedekah terbalik yang biasanya digunakan untuk mengumpulkan sumbangan makanan dari masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai simbol protes untuk menolak rezim junta, yang menyebut dirinya sebagai Dewan Administrasi Negara.

Baca Juga  PKS Desak Pemerintah Transparan Soal Vaksin Covid-19 Yang Segera Tiba

“Kami harus mengambil risiko untuk memprotes karena kami dapat ditangkap atau ditembak kapan saja. Kami tidak aman untuk tinggal di biara-biara kami lagi,” kata seorang biarawan berusia 35 tahun.

Pada 2007, para biksu Buddha memimpin demonstrasi besar-besaran di seluruh negeri melawan rezim junta militer. Pemberontakan dimulai setelah kenaikan harga bahan bakar secara tiba-tiba.

Myanmar berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak Februari lalu, saat militer menggulingkan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi dan mengakhiri percobaan sepuluh tahun demokrasi di negara tersebut.

Baca Juga  F-PD Pertanyakan Keputusan KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus

Perlawanan anti-junta telah mengakar di seluruh penjuru Myanmar. Hal tersebut mendorong militer untuk melancarkan tindakan brutal atas perbedaan pendapat. Menurut pemantau lokal, lebih dari 1.100 warga sipil tewas dan 8.400 ditangkap.

Secara historis, biksu di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha tampil sebagai otoritas moral tertinggi. Mereka mengorganisir komunitas dan kadang-kadang memobilisasi oposisi terhadap rezim militer.

Namun kudeta membuat perpecahan di antara para biksu. Beberapa biksu memberikan restu kepada para jenderal, sementara yang lainnya mendukung para pengunjuk rasa. (CNN Indonesia)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Satgas IME – 19B, Perkenalkan Kekuatan KRI USH dan KRI SIM

Headline

DPR Desak Jokowi Segera Terbitkan Perppu Penundaan Pilkada

Internasional

Polisi Arab Saudi Gagalkan Aksi Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram

Headline

Jokowi Tunda Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja

Ekonomi

Semangat Kepahlawanan, Kementan Lepas Ekspor Perdana Pet Food ke Brunei Darussalam

Headline

Koalisi Untuk Keadilan Hukum Muak Dengan Diskon Hukuman Koruptor

Headline

Update Corona (28/4/2020) Jumlah Pasien Positif 9.511 Orang Dan Meninggal Menjadi 773 Orang

Headline

Akan Bebas 13 Agustus 2020, Nazaruddin Jalani Cuti Jelang Bebas