Home / Ekonomi / Headline / Top News

Rabu, 20 Oktober 2021 - 19:53 WIB

CERI Bilang Pertamina Bungkam Soal Pembangunan RDMP

NasionalPos.com, Jakarta – Dugaan adanya masalah dalam proyek pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan hingga kini belum mendapat penjelasan dari pihak PT Kilang Pertamina International (KPI)

“Hingga hari ini subholding PT Kilang Pertamina tidak memberikan keterangan apapun untuk menjelaskan apa benar beberapa temuan BPKP itu yang sudah menjadi pengetahuan publik,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/10/2021).

Yusri mengurai, inti laporan audit BPKP antara lain mengungkapkan terjadinya perubahan kontrol atas konsorsium. Pada awalnya dalam dokumen-dokumen tender, SK Energy berposisi sebagai pimpinan atau leader konsorsium.

Dalam perjalanan pelaksanaan proyek, SK Energy diketahui telah mundur dari konsorsium. Pimpinan konsorsium RDMP Balikpapan pun diketahui berubah menjadi Hyundai EC.

Baca Juga  Pasca Perusakan Mapolsek Ciracas, 12 Prajurit TNI AD Ditahan di Pomdam Jaya Guntur

“Infonya perubahan pimpinan konsorsium inilah yang diduga kuat telah melanggar aturan tender,” jelas Yusri.

Ia mengurai, PT. Pertamina pada tanggal 10 Desember 2018 telah menanda tangani kontrak EPC dengan Konsorsium SK Engineering & Contraction (leader) dengan anggotanya Hyundai Engineering Co Ltd, PT Rekayasa Industri dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Nilai kontrak EPC saat itu mencapai 4 miliar dolar AS atau Rp 57, 8 triliun untuk pembangunan Inside Battery Limit (ISBL) dan Outside Battery Limit (OSBL).

Sementara itu, lanjut Yusri, audit BPKP itu juga mengungkapkan adanya pemberian cash advance atau pembayaraan di muka dari Pertamina kepada konsorsium.

Baca Juga  PKB Desak Polisi Selidiki Munculnya Logo PDIP Dalam Program TV Pendidikan

“Karena di dalam PQ tidak ada cash advance ini, sehingga kebijakan itu melanggar ketentuan dan tidak memiliki dasar hukumnya,” beber Yusri Usman.

Tak sampai di situ, Yusri menjelaskan adanya peningkatan capital expenditure (capex) proyek RDMP yang signifikan diakibatkan persetujuan berkali-kali atas change order yang tidak didasari oleh alasan teknis maupun perencanaan dan hukum yang sesuai ketentuan berlaku.

“Sehingga, atas dasar temuan itulah duduga Pak Ahok sebagai Komut Pertamina mengeluarkan pernyataan keras kepada konsorsium kontraktor EPC Kilang RDMP Balikpapan dan telah pula dikutip oleh banyak media,” tandasnya.  (RMOL)

Share :

Baca Juga

sandiaga uno

Nasional

Sandiaga Minta Yayasan Sumber Waras Balikin Duit Rp 191Miliar
saham

Ekonomi

Mayoritas Saham Asabri Kini Dibawah IPO
Jendral Bambang Hendarso Danuri

Top News

Mantan Kapolri Tunda Beri Kesaksian Kasus Antasari
pasien corona

Headline

Update Data Corona (16/10/2021) Jumlah Pasien Positif 4.234.011 Orang dan Meninggal 142.933 Orang
Mahfud

Headline

Menkopolhukam Nyatakan Kasus Ravio Untuk Pembelajaran Polisi dan Masyarakat
Jokowi bertemu Biden di Glasgow Skotlandia

Headline

Jokowi dan Biden Bahas Laut China Selatan
Komjen Idham Azis

Headline

Komjen Idham Azis Resmi Ditetapkan Sebagai Kapolri
Sri Mulyani

Ekonomi

Kementerian Keuangan Rekrut CPNS Besar-besaran