Home / Headline / Internasional / Top News

Senin, 18 Oktober 2021 - 19:38 WIB

China Kecam AS dan Kanada Soal Kapal Perang di Selat Taiwan

NasionalPos.com, Jakarta – Militer China mengecam tindakan Amerika Serikat dan Kanada yang mengirim kapal perang mereka masuk ke Selat Taiwan, Minggu (17/10/2021).

Sebelumnya, kapal AS dan Kanada memasuki Selat Taiwan pada pekan lalu. Mengutip dari Reuters, China menganggap langkah itu mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.

China sendiri mengerahkan sekitar 150 pesawat tempur mereka ke wilayah udara Taiwan selama empat hari sejak 1 Oktober. Langkah tersebut dianggap meningkatkan tensi antara Beijing dan Taipei.

Militer AS pun menyatakan kapal kelas Airleigh Burke dengan laser penghancur rudal, USS Dewey, berlayar ke selat yang memisahkan antara China dan Taiwan. USS Dewey ditemani kapal Kanada jenis frigate HMCS Winnipeg pada Kamis (14/10/2021) dan Jumat (15/10/2021).

Baca Juga  Aspam Kasal: Prajurit TNI AL Tetap Teguh Pada Komitmen Netralitas

“(USS) Dewey dan (HMCS) Winnipeg transit di Selat Taiwan untuk menunjukkan komitmen Amerika Serikat dan sekutu serta para partner kami untuk kebebasan dan keterbukaan Indo-Pasifik,” demikian pernyataan dari militer AS.

Komando Armada Timur Tentara Pembebasan China (PLA) bahwa pihaknya memonitor dan berjaga-jaga dengan kedatangan kapal perang AS dan Kanada.

Baca Juga  Panwaslu dan Bawaslu segera usut tuntas oknum Kadisdukcapil yang tidak netral di Pilkada Sul - Sel

“AS dan Kanada berkolusi untuk memprovokasi dan menciptakan masalah. Itu sangat membahayakan perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan,” demikian keterangan militer China.

“Taiwan adalah bagian dari teritori China. Kekuatan militer (China) selalu menjaga kewaspadaan tingkat tinggi dan dengan tegas melawan semua ancaman dan provokasi.”

China memang masih tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Negara itu menganggap Taiwan sebagai bagian dari provinsi mereka.

Meski tensi meningkat dengan unjuk kekuatan militer, sejauh ini belum ada bentrok antara China dan Taiwan. (CNN Indonesia)

Share :

Baca Juga

Headline

Sebanyak 6,5 Juta Warga Wuhan Jalani Tes Corona

Nasional

Sudin Perumahan Jaktim Era Ahok Bangun RPTRA Tahap IV Rp 30 Miliar

Headline

Junimart Dituntut Permintaan Maaf Karena Minta Bubarkan PP

Headline

Update Data Corona (22/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 151.498 Orang dan Meninggal 6.594 Orang

Top News

Habib Rizieq Kembali Dilaporkan

Headline

Virus Corona merebak, warga diharapkan tidak perlu panik

Ekonomi

Bulog Klaim Stok Pangan Cukup Hadapi Wabah Corona

Ekonomi

Tujuh Perusahaan Pelat Merah Ini Segera Dibubarkan Erick