Home / Headline / Internasional / Top News

Senin, 16 September 2019 - 22:52 WIB

China Minta AS Tak Asal Tuduh Soal Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Nasionalpos.com, Jakarta – Pemerintah China menanggapi pernyataan Amerika Serikat yang menuduh Iran sebagai dalang serangan pesawat nirawak (drone) terhadap dua kilang perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, pada akhir pekan lalu. Menurut mereka hal itu adalah sikap tidak bertanggung jawab karena menyalahkan tanpa bukti.

“Merenungkan siapa yang harus disalahkan dengan tidak adanya investigasi menyeluruh, saya pikir itu adalah tindakan yang tidak terlalu bertanggung jawab. Posisi China adalah bahwa kami menentang setiap langkah yang memperluas atau mempertajam konflik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam jumpa pers di Beijing, Senin (16/9).

Baca Juga  SBY Dipastikan Mundur Sebagai Ketum Saat Kongres Demokrat

Ketimbang berasumsi soal dalang serangan itu, Hua menuturkan China meminta seluruh pihak terkait untuk tidak mengambil tindakan yang meningkatkan eskalasi dan ketegangan regional.

“Kami harap seluruh pihak dapat menahan diri dan bersama-sama dapat menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” papar Hua seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Beijing itu dilontarkan tak lama setelah AS secara tidak langsung menuduh Iran sebagai otak dari serangan drone pada Sabtu pekan lalu tersebut.

Baca Juga  DPR Berencana Ajak Pemerintah Untuik Membicarakan Perpres 64/2020 Saat Reses

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman telah mengaku yang bertanggung jawab atas serangan pesawat nirawak itu. Namun, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut tidak ada bukti yang memaparkan bahwa serangan itu dilakukan dari Yaman.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bukti sejauh ini mengindikasikan bahwa Iran yang berada di balik serangan itu. Teheran membantah keras tuduhan itu.

Untuk pertama kalinya, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS siap berperang untuk membela Saudi, sekutu dekatnya, terkait insiden itu.

Serangan drone tersebut turut memangkas setengah produksi minyak Saudi, hingga membuat Riyadh dan Washington berencana menggunakan cadangan strategis mereka. Demikian dilansir CNN Indonesia.com. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Menkumham Ungkap Kronologi Kebakaran LP Kelas I Tangerang

Nasional

Korps 212 Instruksikan Anggotanya Untuk Ikut Aksi Bela Palestina

Headline

Kasus Gratifikasi ‘Red Notice’ Joko Tjandra Masuk Tahap Penyidikaan

Headline

Biden Tunjuk Austin Sang Pelopor Invasi AS ke Irak Sebagai Menhan

Headline

PERSI Mengaku RS Bersaing Dapatkan Alkes di Tengah Covid-19

Headline

Survei SMRC Mayoritas Masyarakat Nilai Korupsi Makin Marak di Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf

Headline

Kartunis Pembuat Karikatur Nabi Muhammad Tewas Dalam Kecelakaan

Headline

Dicecar Wartawan, Trump ‘Ngambek” Jumpers Bubar