Home / Headline / Internasional / Top News

Kamis, 9 September 2021 - 11:16 WIB

China Murka Kapal Perusak Rudal AS Berlayar di LCS

NasionalPos.com, Jakarta – China kembali naik pitam setelah Amerika Serikat mengirimkan satu kapal perusak rudal ke dekat wilayah sengketa di Laut China Selatan pada Rabu (8/9/2021).

Divisi 7th Fleet dari Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kapal USS Benfold itu berlayar di jarak 12 mil laut dari Mischief Reef, bagian dari Kepulauan Spratly yang dibangun China di LCS. Menurut AS, China tak berhak mengklaim kepulauan itu sebagai wilayah kedaulatannya.

“Di bawah hukum internasional seperti tertera di Undang-Undang Konvensi Laut, bebatuan seperti Mischief Reef yang tenggelam ketika air pasang dalam keadaan alamiahnya tak bisa dianggap sebagai wilayah teritori laut,” demikian pernyataan 7th Fleet yang dikutip CNN.

Baca Juga  TNI AL Peduli Serahkan 800 Paket Sembako

Pernyataan itu berlanjut, “Upaya-upaya seperti reklamasi lahan, pembangunan instalasi dan struktur di Mischief Reef tak mengubah karakteristiknya di bawah hukum internasional.”

AS mengirimkan kapal USS Benfold ini beberapa hari setelah China menerapkan hukum maritim baru yang mewajibkan identifikasi terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah perairannya.

Di bawah aturan ini, China mewajibkan kapal-kapal untuk memberi tahu nama, memberikan informasi mengenai posisi mereka, pelabuhan tujuan selanjutnya, serta perkiraan jam ketibaan sebelum memasuki kawasan Negeri Tirai Bambu.

Ketika USS Benfold melintas di dekat Kepulauan Spratly tanpa menjalankan aturan itu, China menuding AS memasuki kawasan perairannya “secara ilegal.” Mereka pun mengusir kapal itu.

“Pada 8 September, kapal perusak rudal USS Benfold masuk secara ilegal ke wilayah perairan menuju Mischief Reef di kepulauan Nansha tanpa persetujuan pemerintah China. Angkatan udara menindaklanjuti pengawasan itu dan memberikan peringatan agar mereka menjauh,” ujar juru bicara Komando Teater Selatan China, Tian Junli.

Baca Juga  Danjen Kopassus Rotasi Jabatan Strategis

Junli juga mengatakan bahwa, “Aktivitas itu secara serius melanggar kedaulatan dan keamanan China.”

Menurut Junli, sikap AS ini merupakan “bukti jelas” yang menunjukkan “hegemoni dan militerisasi AS di Laut China Selatan.”

7th Fleet kembali membantah pernyataan China itu. Mereka menyatakan bahwa protes tersebut “merupakan bukti terbaru cara [China] untuk menyalahartikan operasi maritim AS yang sesuai hukum dan memaksakan klaim maritim mereka yang tidak sah” di LCS. (CNN Indonesia)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Rijal KOBAR : Jokowi Siap Mundur Jika Rakyat Memintanya

Nasional

CCTV di Rumah Novel Baswedan Tak Perlihatkan Jelas Sosok Penyerang

Nasional

Ketua Komisi V DPR RI Soroti Layanan Mudik Lebaran

Top News

OTT Suap Bupati Purbalingga, Pintu Masuk KPK Usut Hamdani & Mafia Proyek di Jakarta

Headline

Hadi Tjahjanto Janji Selesaikan Masalah Sertifikat Tanah, Beathor : Selamat Datang di Sarang Ular

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (13/8/2020)

Megapolitan

Srikandi Pemuda Pancasila Jakpus Gelar Baksos

Headline

Enam Tewas Sejak Aksi Demo Tolak Kudeta Militer Myanmar