Home / Politik / Top News

Rabu, 5 Juli 2017 - 14:47 WIB

Dana ParPol Naik Untuk Sehatkan Partai

Jakarta,NasionalPos — Partai Gerindra dan Partai Golkar sama-sama menyambut baik penambahan dana bantuan bagi parpol menjadi Rp1000 per suara. Meski bagi kedua partai tersebut bantuan yang selama ini Rp108 per suara dianggap tidak bermasalah, penambahan dana diyakini akan memperkuat peran parpol ke depan.

“Kalau Partai Golkar sendiri selama ini tidak ada masalah dengan bantuan berapa pun yang diberikan negara. Namun negara harus memiliki komitmen untuk penguatan demokrasi dengan memperkuat peran parpol,” ujar Wakil Sekjen DPP Golkar TB Ace Hasan Sadzily kepada PERS di gedung DPR, RABU (5/7).

Ace pun menegaskan negara memang seharusnya memberi bantuan bagi parpol. Ia menilai, parpol merupakan pilar demokrasi yang bertugas memberi pendidikan politik dan katalisator aspirasi rakyat.

Baca Juga  Polres Jambi Periksa Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi

“Sangat wajar jika parpol mendapatkan anggaran dana. Masa sebagai institusi yang keberadaannya dijamin konstitusi dan UU tidak mendapatkan perhatian dari negara,” ujar Ace.

Lebih dari itu, ia juga meminta, seluruh parpol memiliki akuntabilitas dalam mengeleola anggaran yang diberikan negara. Hal itu dianggap penting untuk memperkuat kualitas bangsa ke depan dan sebagai bentuk tanggungjawab.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menyebut usulan peningkatan dana bantuan parpol dari Kementerian Dalam Negeri dapat menjadi cara mencegah tindak pidana korupsi. Menurutnya, anggaran parpol menjadi salah satu fokus program KPK di bidang pencegahan.

Baca Juga  Haris Azhar Nilai Banyak Kejanggalan Dalam Pengadilan Kasus Novel Baswedan

“Kami berharap peningkatan dana bantuan ini dapat mereduksi kebutuhan pembiayaan parpol yang sebelumnya sulit dari sumber resmi, sekarang bisa dengan sumber resmi,” ujar Febri di Gedung KPK.

Febri mengingatkan, peningkatan dana bantuan ini harus tetap diiringi dengan perbaikan internal, baik dalam penyusunan kode etik parpol maupun proses rekrutmen.

Untuk membentuk parpol yang sehat, menurut Febri, membutuhkan biaya tak sedikit. Namun, parpol juga harus bertanggung jawab secara maksimal untuk mengelola dana bantuan tersebut.

“Parpol yang sehat butuh biaya. Jadi kalau biayanya ditanggung negara harus dikelola dengan akuntabel,” ujarnya.[]

Share :

Baca Juga

Politik

Anies Dilarang Dampingi Jokowi, Tapi Ahok Boleh

Politik

PKPU diundangkan, Mantan Koruptor Tetap Bisa ‘Nyaleg’

Headline

Pekerja Esensial dan Kritikal Diimbau Berangkat Kerja Antara Pukul 06.00 – 10.00 WIB

Headline

Ketua DPR Dorong BI Buka Posko Pengaduan Dan Penukaran Uang Mutilasi

Headline

KPK Belum Mampu Berantas Korupsi Karena Pengaruh Politik

Headline

Ketua BPK Diperiksa KPK Untuk Kasus Mantan Anggota BPK

Politik

H Iyan : “Perindo Partai Yang Merakyat”

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (10/9/2020)