Home / Headline / Hukum / Top News

Jumat, 5 Maret 2021 - 01:43 WIB

Dari Rumah Nurdin Abdullah, KPK Amankan Uang Rp1,4 Miliar

Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang Rp1,4 miliar dari hasil penggeledahan di rumah probadi dan rumah dinas Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan pihaknya menduga uang tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan yang sedang ditangani KPK.

“Ditemukan uang rupiah sekitar Rp1,4 miliar dan mata uang asing sebesar US$10.000 dan Sin$190.000,” kata Ali Fikri, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, penyidik akan menganalisis uang yang diamankan tersebut untuk disita dengan seizin Dewan Pengawas KPK.

“Terhadap uang tersebut akan diverifikasi dan dianalisis mengenai keterkaitannya dengan perkara ini sehingga segera dapat dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” jelas Ali.

Baca Juga  China Ketahuan Bangun Bungker di Himalaya

Ali menjelaskan. uang tersebut diperoleh dari penggeledahan di rumah pribadi dan rumah dinas Nurdin di Sulawesi Selatan.

Diketahui, KPK menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Nurdin Abullah (NA) ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya, yakni Edy Rahmat (ER) Sekretaris Dinas PUTR provinsi Sulawesi Selatan (orang kepercayaan Nurdin Abdullah) dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS) (kontraktor).

Atas perbuatannya, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat disangkakan pasal 12 a dan pasal 12 b atau pasal 11 dan pasal 12 B UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Baca Juga  Muhammadiyah Desak DPR Hentikan Pembahasan RUU HIP

Sedangkan sebagai pemberi, Agung Sucipto disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b, atau atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP. (*)

 

 

Share :

Baca Juga

Headline

Biden Akan Tetap Tekan China Soal Perdagangan

Headline

Update Data Corona (5/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 190.665 Orang dan Meninggal 7.940 Orang

Nasional

Tokoh Lintas Agama Tanjungbalai mengecam dan mengutuk kekerasan di Myanmar

Headline

Update Data Corona (2/11/2021) Jumlah Pasien Positif 4.254.373 Orang dan Meninggal 143.457 Orang

Ekonomi

Kementan Prioritaskan Program Pengembangan SDM

Top News

BIG Akui Indonesia Masih Defisit Tenaga Surveyor Pemetaan

Megapolitan

DPRD Apresiasi Langkah Pemprov DKI Jakarta Modernkan Pertanian & Peternakan

Nasional

PBNU Merasa Prihatin Terhadap Kasus Baiq Nurul