Home / Top News

Jumat, 27 April 2018 - 18:09 WIB

Delapan WN Taiwan Dihukum Mati

Nasionalpos.com, Jakarta – Delapan Warga Negara Taiwan yang menjadi terdakwa penyelundup satu ton sabu ke Pantai Anyer divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kedelapan terdakwa itu masingt-masing Hsu Yung Li, Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung. Mereka dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis Hakim PN Jaksel pada Kamis (26/4/2018).

Adapun pertimbangan hakim menjatuhkan pidana mati karena para terdakwa mengetahui barang yang dibawa merupakan sabu dan diberi upah yang besar. Kedelapan terdakwa ini disidang secara terpisah karena memiliki dua peran yang berbeda.

Ketua Majelis Hakim Effendi Mukhtar yang mengadili perkara tiga terdakwa, yakni Hsu Yung Li, Liao Guan Yu, dan Chen Wei Cyuan menyatakan ditemukan fakta hukum para terdakwa mengetahui barang yang dibawa adalah narkotika.

Baca Juga  Mendagri Targetkan Distribusi E-KTP Selesai Oktober 2017

“Majelis hakim menemukan fakta hukum bahwa walaupun pada awalnya terdakwa mengaku bahwa yang diterima itu adalah alat pertanian, tetapi akhirnya mengetahui bahwa barang yang dibawa adalah narkotika,” ujar Effendi.

Untuk itu, hakim menyatakan, bahwa terdakwa mereka telah menerima dan dijanjikan upah yang besar atas perannya dalam membawa sabu. Apalagi, para terdakwa mengetahui barang yang dibawanya adalah sabu.

Kesalahan lain para terdakwa adalah tidak memiliki dokumen resmi kepemilikan sabu. Effendi menyebut ketiga terdakwa tertangkap tangan membawa sabu seberat satu ton.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (11/6/2020)

Sementara pada persidangan terpisah lima kru kapal Wanderlust dengan Ketua Majelis Hakim Haruno Patriadi menyatakan Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung terbukti dijanjikan upah Rp 20 juta rupiah untuk mengantar narkotika.

Untuk itu, merekapun dijatuhi hukuman mati. Selain itu, terdakwa juga tidak memilki izin dari pejabat yang berwenang. Para terdakwa berperan menjadi penerima, mengirimkan atau menjadi perantara dan menerima upah per bulannya sebanyak Rp 20 juta per bulan per orang dengan bonus Rp 400 juta per orang.(smt)

Share :

Baca Juga

Headline

Haris Pratama Minta KPK Periksa Haji Isam Soal Dugaan Suap Pejabat Pajak

Headline

Prof. Yusuf Tak Gentar Dilaporkan SBY ke Polisi

Headline

Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H Digelar 11 Mei 2021

Headline

Diduga Ada Kongkalikong Proyek SPALD Pulau Kelapa Zona I di Pulau Seribu

Headline

Prananda Paloh Belum Berpikir Maju Pilkada

Headline

Luhut Ancam Audit LSM

Headline

Tim Advokasi HAM Laporkan Kasus 6 Laskar FPI ke ICC di Belanda

Headline

Rombongan MRP kunjungi PGI di Grha Oikoumene, Jakarta.