Home / Headline / Nasional / Top News

Minggu, 17 Oktober 2021 - 20:29 WIB

Dianggap Menyesatkan, MUI Tolak Ataturk Jadi Nama Jalan

Waketum MUI Anwar Abbas

Waketum MUI Anwar Abbas

NasionalPos.com, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia menyatakan menolak rencana pemerintah mengganti nama salah satu jalan di Jakarta dengan nama tokoh sekuler sekaligus pendiri Turki modern, Mustafa kemal Ataturk.

Pernyataan MUI itu merespon wacana yang dilempar Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal bahwa Indonesia berencana mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama tokoh sekuler Turki, Mustafa kemal Ataturk.

“Kami sudah meminta komitmen dari pemerintah DKI Jakarta untuk pemerintah memberikan nama jalan dengan founding fathernya Turki di Jakarta,” kata Iqbal dalam acara Ngopi Virtual, Jumat (15/10/2021).

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menegaskan sikap menolak, karena Ataturk merupakan sosok yang memiliki pemikiran menyesatkan.

Baca Juga  Anak buah Subedjo Ditangkap Pesta Sabu di Sudin Pemadam Jaktim

“Jadi Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari fatwa MUI adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan,” kata Anwar dalam keterangan resminya, Minggu (17/10/2021).

Anwar mengungkapkan bahwa MUI pernah mengeluarkan fatwa tentang Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama pada 2015 lalu. Fatwa itu pada intinya menyatakan bahwa Pluralisme, Sekulerisme, dan Liberalisme agama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Sementara Ataturk merupakan seorang tokoh yang telah mengacak-acak ajaran Islam. Menurutnya, banyak hal yang sudah dilakukan Ataturk bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Alquran dan sunah.

Diantara yang dilakukan Ataturk, lanjut Anwar, demi menjadikan Turki menjadi negara maju dengan cara menjauhkan rakyat dari ajaran agama Islam.

Baca Juga  Pemerintah Buka Penerbangan Umroh Mulai 1 November 2020

“Jadi Ataturk ini adalah seorang tokoh yang sangat sekuler, yang tidak percaya ajaran agamanya akan bisa menjadi solusi dan akan bisa membawa Turki menjadi negara maju,” tegas Anwar.

Karena itu, Anwar menegaskan langkah pemerintah yang hendak mengabadikan nama Ataturk sama dengan menyakiti hati umat Islam Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki dasar negara Pancasila yang menjunjung Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Oleh karena itu kalau pemerintah tetap akan mengabadikan namanya menjadi salah satu nama jalan di Ibukota Jakarta hal itu jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dan tidak arif serta jelas-jelas akan menyakiti dan mengundang keresahan di kalangan umat Islam,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Headline

Update Corona (30/4/2020) Jumlah Pasien Positif 10.118 Orang Dan Meninggal Menjadi 792 Orang

Headline

Jokowi Didesak Terbuka Soal Penyaluran dan Penggunaan Dana Terkait Penanganan Covid-19 dan PEN

Headline

Kabareskrim Persilahkan Masyarakat Komplain Jika Ada Polisi Bungkam Kritik

Headline

Lakespra dr. Saryanto berikan Vaksinasi Massal untuk Masyarakat DKI Jakarta

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Selasa (2/6/2020)

Headline

Update Corona (5/5/2020) Jumlah Pasien Positif 12.071 Orang Dan Meninggal Menjadi 872 Orang

Headline

Presiden Jokowi dan Para Menteri Tes Virus Corona

Internasional

WhatsApp Tembus 100 Juta Panggilan Suara Per Hari