Home / Headline / Hukum / Top News

Rabu, 17 Februari 2021 - 22:20 WIB

Diduga Konsumsi Narkoba, Kapolsek Astanaanyar, Bandung Dicopot

NasionalPos.com, Jakarta – Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dicopot dari jabatan Kapolsek Astanaanyar Polrestabes Bandung. Pencopotan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Ahmad Dofiri tersebut, diduga karena Kompol Yuni diketahui mengonsumsi narkoba.

Yuni dicopot dari jabatan Kapolsek berdasarkan Surat Telegram Nomor: ST/267/II/KEP/2021 tanggal 17 Februari 2021. Surat pencopotan ditandatangani oleh Kombes Solichin selaku Karo SDM Polda Jawa Barat.

Kini, Kompol Yuni dimutasi ke bagian Yanma Polda Jawa Barat dalam rangka pemeriksaan.

Sebelumnya, Propam Polda Jawa Barat mengamankan Kapolsek Astanaanyar, Kota Bandung Kompol Yuni dan 11 anak buah terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Baca Juga  Daftar Menteri Kabinet Indonesia Maju

Yuni pun diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat.

“Yang jelas memang ada pengamanan anggota Polsek Astana Anyar terkait yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Ada 12 yang diamankan, termasuk kapolsek,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi Ardimulan Chaniago, di Polda Jabar, Rabu (17/2/2021).

Erdi mengungkapkan, kasus ini terungkap dari laporan masyarakat ke Mabes Polri yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh Propam Polda Jabar.

Berdasarkan pengembangan Propam Polda Jabar, salah satu anggota Polsek Astana Anyar ditangkap. Dari anggota Polsek Astana Anyar itu diamankan barang diduga sabu seberat 7 gram.

Baca Juga  Komite Aksi Transportasi Online Desak Jokowi Ambil Alih Persoalan Transportasi Online

“Mereka sedang menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan cek urine yang dilakukan, beberapa di antaranya positif,” kata Erdi.

Meski hasil urine positif menggunakan narkoba jenis sabu, kata Erdi, tapi tidak ditemukan barang bukti. Namun, ada satu kasus ditangani oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang terdapat barang buktinya.

“Tapi yang di polsek itu tidak ada barang bukti dan kebetulan ada beberapa orang yang positif setelah dicek urinenya. Ini yang akan didalami,” ujar Erdi. (*)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Kabarnya Facebook Mau Ganti Nama

Headline

Pengawal Trump Usir Wartawan Gedung Putih

Top News

Setnov Ungkap Informasi Ganjar Terima US$500 Ribu Terkait e-KTP

Ekonomi

Sri Mulyani : Indonesia Tak Akan Lagi Membangun Dengan Utang

Headline

Pasca Longgarkan Lockdown, Prancis Perpanjang Status Darurat Nasional

Nasional

Gesekan Internal Ganggu Kinerja KPK

Megapolitan

Dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda FKPPI Matraman mengadakan Bakti Sosial Donor Darah

Headline

KPK Harap Hakim Terapkan Peraturan MA Soal Pidana Semumur Hidup Bagi Koruptor